Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Napi Asimilasi yang Hendak Tabrak Polisi “Dihadiahi” Tembakkan

  • Bagikan
Seorang napi asimilasi berinisial RF kembali ditangkap karena pencurian sepeda motor. Ia terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan ketika ditangkap petugas. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Tim Elang Satreskrim Polresta Padang terpaksa meluncurkan tembakan ke kaki RF, saat ditangkap di pinggir jalan depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumbar, Jalan Taman Siswa No 5 Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Minggu (28/6) sekitar pukul 19.30. Pasalnya, pria 30 tahun yang berstatus napi asimilasi tersebut, melakukan perlawanan dengan menabrakkan motor yang dikendarainya ke petugas.

RF diburu polisi karena tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ia dilaporkan oleh Hendri (33 tahu), warga Padang Barat. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui RF tinggal di Ketaping, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji.

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, RF merupakan napi asimilasi yang baru keluar dari Lapas Padang. “Pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan ketika ditangkap,” ujar Yulmar.

Setelah dilumpuhkan, katanya petugas langsung mengangkut pelaku ke RS Bhayangkara Polda Sumbar. Setelah mendapat penanganan medis, RF pun langsung menjalani proses lebih lanjut. 

“Sekarang sudah di tahan di sel Polres Padang,” imbuh Yulmar didampingi Kasat Reskrim Kompol Rico Fernanda. 

Atas tindakan itu, katanya RF terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sedangkan Rico menambahkan bahwa selain RF, terdapat 12 napi asimilasi yang kembali terjerat hukum, karena kasus curanmor di Padang.

“Kalau kasus curanmor selama tiga bulan terakhir sebanyak 28 kasus dengan jumlah pelaku 35 orang. 12 di antaranya napi asimilasi,” ungkap Rico. (da.)

BACA JUGA:  MF Gagal Membegal Motor Anak di Bawah Umur
  • Bagikan