Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Nagari Diminta Transparan Mendata BLT dan Mencairan Dana Desa

  • Bagikan
Kepala DPMDP2KB Pessel Wendi minta nagari transparan dalam pendataan hingga penyaluran BLT. (Foto: Humas)

Pesisir Selatan | Datiak.com – Pemerintah nagari diminta transparan dalam menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD). Sehingga, pihak nagari terhindar dari kecurigaan masyarakat yang kini terdampak Covid-19. Selain itu, penyaluran bantuan bisa berjalan aman dan lancar.

Transparansi penyaluran BLT DD itu bukan saja saat penyaluran, tetapi dimulai dari pendataannya. Jadi, masyarakat bisa memberikan saran dan masukan apabila terdapat kekeliruan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Pesisir Selatan (Pessel), Wendi.

”Transparan merupakan kata kunci bagi pemerintah nagari, sehingga saat monitoring, evaluasi dan inspeksi yang dilakukan oleh pihak berwenang, semua dapat dilalui dengan aman dan lancar,” kata Wendi Minggu (12/7).

BACA JUGA:  Akses ke Pusat Bukittinggi Ditutup Jelang Pergantian Tahun

Ia menekankan agar pendataan penerima BLT DD harus sesuai ketentuan yang berlaku dan transparan. Sehingga, konflik sosial tidak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Begitupun penyaluran BLT DD, nagari diminta transparan dan tidak diperbolehkan melakukan pemotongan sedikitpun.

Untuk itu, terkait penyaluran BLT DD bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19, pihaknya membuka pos pengaduan. Sehingga, masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya terkait penyaluran BLT DD.

Wendi juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial berupa BLT DD di Pessel, disalurkan untuk 16 ribu kepala keluarga (KK) yang tersebar di 182 nagari, yang terdapat di 15 kecamatan di Pessel. (da.)

  • Bagikan