Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Muzni Zakaria Sebut Tak Tahu Soal Pengakuan Saksi

  • Bagikan
JPU KPK Rikhi B Maghaz melakukan serah terima berita acara kepada majelis hakim jelang penutupan sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan Solsel, dengan terdakwa Muzni Zakaria, Rabu (26/8). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – JPU KPK menghadirkan dua saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan Solok Selatan (Solsel), dengan terdakwa Bupati Solsel non-aktif, Muzni Zakaria, Rabu (26/8). Yakni M Ishaq selaku notaris dan Syafril selaku anggota terpidana M Yamin Kahar.

Saat dimintai kesaksiannya, Ishaq mengatakan bahwa hubungannya dengan M Yamin Kahar hanya sebatas rekanan. “Apapun dokumen dibutuhkan pak Yamin, saya yang mengurusnya. Termasuk adanya utang atau pinjaman antara pak Yamin dengan pak Muzni,” ungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (26/8).

Katanya, terdapat pinjaman berupa uang antara terdakwa Muzni Zakaria dengan M Yamin Kahar. Pinjaman uang itu dibuktikan dengan surat yang dibuat secara otentik. “Waktu terjadi pinjaman uang, ada berupa cek dan surat pinjaman utang yang dilampirkan surat apresal. Saya mengingatkan kepada M Yamin Kahar harus ada jaminannya,” katanya.

Dalam surat tersebut, lanjutnya, terdapat tanda tangan M Yamin Kahar dan Muzni Zakaria. “Setelah surat disetujui, lalu ditanda tangani oleh terdakwa, istri terdakwa dan M Yamin Kahar. Surat itu ditanda tangani di rumah M Yamin Kahar,” sebutnya.

Sedangkan saksi Syahrial mengaku pernah dipanggil M Yamin Kahar untuk membicarakan jaminan. “Setelah surat menyurat selesai dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak, M Yamin Kahar kemudian memberikan cek kepada saya. Cek itu saya berikan ke terdakwa (Muzni). Waktu itu, di dalam cek ada jumlah nilai uangnya,” ungkap Syafril.

Ketika ditanya majelis hakim, terdakwa Muzni Zakaria yang didampingi Penasihat Hukum (PH) David Fernando Cs, mengaku tidak mengetahui sama sekali terkait keterangan yang diberikan kedua saksi. “Saya tidak tahu menahu majelis hakim,” kata Muzni.

Sebelum sidang ditutup, JPU KPK Rikhi B Maghaz melakukan serah terima berita acara kepada majelis hakim. Pasalnya, salah seorang saksi menyerahkan uang kepada penyidik KPK.

Sementara itu, Tim PH Terdakwa David Fernando Cs mengusulkan pihaknya akan menghadirkan saksi ahli dalam persidangan berikutnya.

Menanggapi hal itu, majelis hakim yang diketuai Yoserizal beranggotakan M Takdir dan Zaleka, memberikan waktu satu minggu. “Baiklah untuk saksi dari PH itu minggu depan, termasuk saksi dari JPU yang belum dapat hadir. Sekaligus minggu depan pemeriksaan terdakwa,” kata Yoserizal.

Seperti diketahui, JPU KPK menduga Muzni Zakaria telah menerima pemberian uang tunai, barang, dan uang pinjaman secara bertahap dari pengusaha M Yamin Kahar. Pemberian itu diterimanya secara bertahap. Dimulai dari Rp 25 juta, Rp 100 juta, berupa karpet masjid senilai Rp 50 juta, terakhir Rp 3,2 miliar. Jadi, total seluruhnya Rp 3,375 miliar.

Jadi, dalam surat dakwaannya, JPU KPK menduga tindakan tersebut sebagai penyebab terdakwa Muzni Zakaria memberikan paket pembangunan Masjid Agung Solsel dan Jembatan Ambayan tahun 2018 kepada M Yamin Kahar. (da.)

  • Bagikan