Iklan Melayang
Iklan Melayang

Musyawarah Terbuka, Bawaslu Padangpariaman Terbaik

  • Bagikan
Anton Ishaq didampingi Rudi Herman, Zainal Abidin Tuanku Sinaro, Akhirruddin, Ari Wibowo dan Firmansyah saat menerima sertifikat peserta terbaik simulasi musyawarah terbuka yang diadakan Bawaslu Sumbar. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Bukittinggi | Datiak.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumbar telah menggelar simulasi musyawarah terbuka gelombang pertama, yakni pada 25-26 Agustus 2020. Simulasi itu diikuti enam Bawaslu kabupaten/kota. Yakni Bawaslu Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Kabupaten Solok, Agam, Padang Pariaman dan Bukittinggi.

Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen mengatakan, simulasi tersebut dibagi pihaknya menjadi tiga gelombang. Dalam simulasi, setiap tim yang tampil dilihat kerja samanya, improvisasi dan kemampuan memimpin musyawarah.

banner 336x280

“Alhamdulillah, simulasi musyawarah terbuka gelombang pertama, berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Surya dikutip dari siaran pers Bawaslu Padangpariaman.

Secara umum, ia melihat Bawaslu yang mengikuti simulasi musyawarah terbuka di gelombang pertama, telah paham tugas dan fungsinya ketika memimpin musyawarah. Walau begitu, ia menyarankan Bawaslu kabupaten/kota untuk terus mengasah kemampuan.

“Mengasah kemampuan secara terus-menerus sangat penting agar kita mampu menghadapi situasi di luar dugaan saat memimpin musyawarah,” hemat Surya yang didampingi Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sumbar, Alni.

Peserta Terbaik

Dalam simulasi musyawarah terbukan tahap pertama itu, Bawaslu Padangpariaman menjadi peserta terbaik. Hal itu membuat Ketua Bawaslu Padangpariaman, Anton Ishaq sangat bersykur dan berterima kasih kepada timnya.

“Saat simulasi, saya berperan sebagai ketua majelis. Sedangkan anggota majelisnya dua komisioner kita, yaitu bapak Rudi Herman dan Zainal Abidin Tuanku Sinaro,” kata Anton.

Selain itu, pihaknya juga didampingi Koordinator Sekretariat Bawaslu Padangpariaman, Akhirruddin, yang berperan sebagai sekretaris sidang. Lalu, dua staf Bawaslu Padangpariaman, Ari Wibowo sebagai notulen, dan Firmansyah sebagai asisten dalam sidang tersebut.

“Adapun pihak pemohon dalam simulasi kami diperankan oleh saudara Hendra Susilo dari Bawaslu Agam dan stafnya. Sedangkan pihak termohon diperankan oleh Andri Junaidi dan Maraprandes. Kedua termohon ini dari Bawaslu Kabupaten Solok,” ulas Anton.

Simulasi yang dilaksanakan pihaknya benar-benar layaknya sidang terbuka seperti yang pernah dilakukannya. Bahkan, Anton sempat dua kali menskor musyawarah. Skor pertama untuk menantikan kehadiran dua saksi termohon di ruang musyawarah. Sedangkan skor kedua dilakukan karena pemohon mengusulkan penambahan saksi.

“Alhamdulillah, secara keseluruhan simulasi musyawarah terbuka kita berjalan tertib dan lancar. Kami sangat berterima kasih atas bimbingan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat selama ini, terkhusus Pak Ketua Surya Efitrimen,” pungkas Anton.

Sedangkan Zainal Abidin Tuanku Sinaro dan Rudi Herman menilai, simulasi musyawarah itu dapat dijalankan dengan lancar, lantaran pihaknya memulainya tanpa ada beban dan tekanan. Selain itu, hal tersebut juga sudah pernah dilalui pihaknya dalam sidang sengketa pencalonan legislatif 2018 lalu.

“Kuncinya memang kekompakan kita saat musyawarah atau sidang. Itulah yang kami terapkan dalam simulasi tadi. Alhamdulillah, kita berhasil menjadi peserta terbaik dalam simulasi ini,” ujar Zainal dibenarkan Rudi. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan