Mulyadi jadi Rajo Kuaso Kaum Koto Piliang

  • Bagikan
Ketua dan Pengurus KAN Pauh IX Kuranji beserta sejumlah ninik mamak usai menetapkan Mulyadi jadi Rajo Kuaso kaum Koto Piliang di Kalumbuk. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Yusrizal Syukur Rajo Jambi mengusulkan Mulyadi disemati gelar Rajo Kuaso. Usulan itupun diterima oleh KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji. Sehingga, KAN Pauh IX secara resmi menetapkan Mulyadi jadi Rajo Kuaso, kemarin (8/3).

Penetapan gelar adat dari kaum Koto Piliang tersebut, dilakukan langsung oleh Ketua KAN Pauh IX Kuranji, Suardi Dt. Rajo Bujang, sekitar pukul 15.00 WIB. Hadir pula pengurus KAN Pauh IX serta sejumlah datuak di kantor lembaga ninik mamak di sana.

Usai keluarganya surat keputusan penetapan gelar Rajo Kuaso, Rajo Jambi mengungkapkan bahwa suku Koto Piliang yang berulayat di Kalumbuk dan Balaibaru, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sudah sangat lama menantikan keputusan KAN Pauh IX menetapkan Mulyadi jadi Rajo Kuaso.

BACA JUGA:  DPRD Padangpariaman Dukung Fakta Integritas PMII Tolak UU Ciptaker

“Surat kami sebenarnya sudah lama diusulkan untuk mengangkat Rajo Kuaso kaum Koto Piliang di Kalumbuk ini. Namun, prosesnya terhalang karena adanya sejumlah protes dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Yusrizal Syukur Rajo Jambi.

Namun, pihaknya sangat bersyukur protes tersebut tidak bisa menghalangi proses di KAN Pauh IX. Hal itu lantaran yang memprotes tidak memiliki wewenang apalagi hak terkait usulan penetapan Mulyadi sebagai Rajo Kuaso suku Koto Piliang di sana.

“Status dan jabatan orang yang memprotes itu juga tidak jelas dalam nagari. Begitupun menurut undang-undang adat yang berlaku di Alam Minangkabau ini,” hematnya.

Sementara itu, Ketua KAN Pauh IX Kuranji, Suardi Dt. Rajo Bujang, meminta maaf kepada kaum Koto Piliang. Terlebih kepada Yusrizal Syukur Dt. Rajo Jambi. Sebab, pihaknya telah mengalami keterlambatan dalam proses penetapan gelar Rajo Kuaso terhadap Mulyadi.

BACA JUGA:  Tes Cepat, Dharmasraya 'Pecah Telur' Positif Corona

“Selama ini memang ada pihak yang tidak bertanggung jawab memprotes usulan ini. Kami mengindikasi tujuannya hanya untuk memecah belah KAN Pauh IX. Untungnya, hal itu tidak berhasil dilakukan, sehingga KAN Pauh IX tetap solid dan sejalan dalam mengambil keputusan,” tukas Suardi Dt Rajo Bujang. (da.)

  • Bagikan