Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Mulai Besok Masuk Pantai Pariaman Tidak Gratis

  • Bagikan
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Pariaman Alfian. (Foto: pariamankota.go.id)

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman memutuskan untuk memberlakukan penarikkan retribusi atau biaya masuk ke Pantai Gandoriah, di Kota Pariaman, mulai Selasa (9/6). Kebijakan itu salah satu bentuk antisipasi Pemko Pariaman, karena Kota Tabuik itu memulai membukan objek wisatanya, sebagai tindak lanjut keputusan pelaksanaan normal baru di sana, Senin (8/6).

Diprediksi, keputusan pemungutan retribusi dapat menyaring wisatawan masuk Pantai Gandoriah. Sebab, sebelum adanya pandemi covid-19, selama ini pantai tersebut selalu dipadati pengunjung, terlebih di hari libur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Pariaman Alfian mengatakan, kebijakkan itu memang ditujukan untuk membatasi pengunjung masuk objek wisata pantai tersebut. Sehingga, keramaian di luar kendali tidak terjadi di sana.

“Ini sekaligus menjadi langkah Pemko Pariaman untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata Alfian seperti dilansir halaman resmi Pemko Pariaman, Senin (8/6).

Nantinya, lanjut Alfian, penarikan retribusi tersebut akan dilakukan oleh petugas yang diletakkan di dua titik pintu masuk pantai. Yakni di Muaro Pantai Gandoriah dan Gerbang Pantai Kata.

“Untuk besaran atau nominal retribusi masuk pantai di Kota Pariaman yaitu Rp 5 ribu (dewasa) dan Rp 3 ribu (anak-anak),” ungkapnya.

Tidak hanya itu, katanya retribusi tersebut belum termasuk dalam retribusi parker. Artinya, pengunjung nanti masih akan merogoh saku untuk membayar parker sesuai jening kendaraan yang digunakannya.

“Kami berharap kebijakan ini dapat dipahami pengunjung dan masyarakat luas, sehingga dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.

Menyangkut layanan wisata ke Pulau Angso Duo, pihaknya kini masih menunggu uji kelayakan kapal yang dilakukan Dinas Perhubungan Pariaman. “Soal ongkos kapal dan retribusi (ke Pulau Angso Duo, Red) akan kita bahas lebih lanjut,” pungkasnya.

Harus Terawasi

Keputusan Pemko Pariaman tersebut ternyata cukup direspon positif oleh masyarakat yang kerap mengunjungi pantai di Pariaman. Namun, mereka berharap agar Pemko Pariaman memilik untuk memberlakukan retribusi masuk pantai saja. Artinya, pengunjung tidak lagi dikenai biaya parkir.

“Kalau itu untuk meningkatkan PAD memang bagus. Namun kalau dibuat dua kali retribusi, seperti masuk dan parkir, mungkin akan berdampak buruk pada minat pengunjung ke depan. Karena sudah terlalu banyak macam pungutan,” hemat Erlina (32 tahun) salah seorang warga Pariaman.

Membenarkan, Hendro Saputra (27 tahun) warga Pariaman lainnya mengatakan penarikan retribusi memang bagus untuk meningkatkan PAD. Namun jika tidak terawasi dengan baik, malah bisa berisiko terhadap citra wisata pantai Pariaman.

“Retribusi ini kerap menjadi persoalan di objek wisata. Pandemi ini kan tidak selamanya. Artinya, jangan sampai karena strategi pandemi, dampak masa depan objek wisata kita mengalami penurunan peminat. Biaya promosinya bisa lebih besar dari pendapatan retribusi itu,” hemat Hendro. (da.)

BACA JUGA:  Jambret yang Beraksi di Angkot Padang Ditangkap Warga
  • Bagikan