Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Mobil Mendadak Terbakar, Warga di SPBU Geger

  • Bagikan
Mobil Mendadak Terbakar di SPBU Muarobodi Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung terbakar, Jumat (22/8) sore. (Foto: Istimewa)

Sijunjung | Datiak.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Muarobodi Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung terbakar, Jumat (22/8) sore. Diduga, api berasal dari mobil minibus jenis Kijang Super BA 1891 JD, karena mobil mendadak terbakar ketika mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk memastikan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Informasi yang dikumpulkan Datiak.com, kebakaran terjadi di lokasi pengisian BBM jenis Premium. Saat itu, antrean para pembeli Premium cukup ramai. Namun, pas giliran mobil Kijang Super BA 1891 JD mengisi BBM jenis Premium tersebut, api muncul secara tiba-tiba sehingga mobil mendadak terbakar. Suasana SPBU mendadak geger. Beberapa pembeli Premium berhamburan hingga meninggalkan jerikennya.

Tak berselang, mobil pemadam kebakaran datang di lokasi kejadian. Setelah berjuang hampir satu jam, petugas pemadam kebakaran yang dibantu polisi dan TNI, berhasil memadamkan kobaran api. Sehingga, sebagian besar bangunan SPBU masih tampak terselamatkan dari serangan api tersebut.

Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan, mengatakan, untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya meminta keterangan dari dua karyawan SPBU yakni Masri Afendi dan Adial. Selain pompa pada SPBU, dua sepeda motor juga hangus terbakar. Sehinggam, kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta. ”Beruntung korban jiwa tidak ada dalam kejadian itu,” ujarnya.

Kejadian tersebut ternyata sudah diketahui pihak Pertamina. Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Roby Hervindo menduga peristiwa tersebut karena aktivitas pelansir premium.

“Dari pemeriksaan awal, kami menduga tangki kendaraan yang terlibat kebakaran itu telah dimodifikasi,” kata Roby.

Menurutnya, pelansir yang menggunakan kendaraan modifikasi, umumnya beraksi dengan modus isi BBM berjumlah normal. Sehingga, aksinya sulit diidentifikasi petugas SPBU. Kemudian pelansir berpindah ke SPBU lain, untuk mengisi kembali dengan jumlah normal.

Saat ini, barang bukti termasuk rekaman CCTV tengah diperiksa oleh pihak kepolisian. Pihak SPBU bekerja sama penuh dengan kepolisian untuk memberikan keterangan.

“Beruntung dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa. Namun kami sangat prihatin. Ini adalah kali kedua insiden kebakaran di SPBU yang diduga ditenggarai ulah pelansir,” ujar Roby.

Pihaknya juga meminta SPBU patuh pada aturan dengan tidak menjual BBM kepada pelansir. Pelanggaran atas aturan ini, dikenakan sanksi tegas dari Pertamina. Buktinya, tahun lalu tak kurang dari 10 SPBU yang dikenakan penalti.

Namun di sisi lain, tambah Roby, penindakan tegas kepada pelansir menjadi hal yang mendesak dilakukan. Penegakan aturan dan saksi tegas, tak bisa hanya diterapkan pada SPBU. Sementara pelansir, terus bebas beraksi menjual BBM eceran tanpa mempedulikan aturan. Padahal UU No. 22 tahun 2001, tegas mengancam penjual BBM ilegal dengan sanksi pidana dan denda.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak aparat dan pemerintah daerah. Untuk mendukung penindakan tegas dari aparat dan pemda terhadap pelansir. Jika pelansir mendapat sanksi, diharapkan menimbulkan efek jera bagi yang lain,” tutup Roby. (da.)

  • Bagikan