Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Minyak Goreng Mahal, Stok Bulog Kosong Sejak 2 Bulan Lalu

  • Bagikan
minyak goreng 2021
Salah seorang pedagang yang sedang mengemas minyak goreng curah. Saat ini, harga minyak goreng curah hingga kemasan mengalami lonjakan signifikan. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Solusi untuk mengatasi mahalnya harga minyak goreng di Sumbar belum ada hingga kini. Meskipun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah melakukan rapat dengan para distributor dan pemasok minyak goreng di Sumbar.

Kondisi ini diperparah lagi karena kosongnya stok minyak goreng di gudang Bulog, sejak 2 bulan belakangan. “Kita sudah usulkan (ke pemerintah pusat, Red) sekitar 20 ton,” ujar Kepala Bulog Wilayah Sumbar, Tommy Despalingga.

Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa usulan tersebut tampaknya cukup sulit diakomodir saat ini. Hal itu lantaran harga minyak goreng yang sedang mahal.  “Kenaikan harga ini tidak saja di Sumbar, tetapi daerah lain di Indonesia juga terjadi,” ungkap Tommy.

Ia pun menilai bahwa melonjaknya harga bukan karena tidak adanya stok. Namun, menurutnya terjadi lantaran harga bahan baku minyak yang kian naik.

“Minyak goreng ini kan barang pabrikan. Kalau bahan baku naik, tentu harga produksinya juga naik,” hematnya.

Walau begitu, ia mengungkapkan bahwa Pemprov Sumbar bakal menggelar kembali rapat dengan pihak terkait hari ini (11/11/2021). Diperkirakan, Gubernur Sumbar akan mengambil sikap dan kebijakan guna mengatasi lonjakan harga ini dalam rapat tersebut.

Namun, ia memberikan gambaran bahwa Gubernur Sumbar sebelumnya sudah menginstruksikan kepada pihaknya agar berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan. Sehingga, dapat mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Jadi beberapa gambaran itu seperti diadakannya operasi pasar murah atau melalui dukungan CSR. Namun kita lihat lagi bagaimana keputusannya dalam rapat besok (hari ini),” tukas Tommy. (da.)


Baca berita Provinsi Sumatera Barat hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan