Mentawai Usulkan Penutupan Bandara

  • Bagikan
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabaleake (dua dari kanan) saat meninjau salah satu bangunan yang direncanakan sebagai tempat isolasi. Pihaknya kini mengusulkan penutupan bandara Rokot untuk mengantisipasi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai semakin memperkecil pintu masuk daerahnya. Kali ini, mereka mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terkait penutupan Bandara Rokot, Desa Matobek, Kecamatan Sipora Selatan.

”Kami sudah sampaikan secara tertulis usulan ini (penutupan sementara Bandara Rokot, Red) kepada pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabaleake, Kamis (16/4).

Usulan itu disampaikan lantaran pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menutup bandara tersebut. Sebab, kata Kortanius, bandara sepenuhnya milik Kementerian Perhubungan.

Apabila Bandara Rokot tidak diputuskan untuk ditutup, pihaknya berharap pintu masuk transportasi udara itu hanya digunakan untuk pengantaran logistik.

”Kami sudah memberlakukan karantina wilayah. Jadi, sekarang orang dilarang masuk ke Mentawai. Begitupun sebaliknya. Itu (larangan, red) sangat tegas ya,” tegasnya.

Bahkan, imbuh Kortanius, sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus corona, Pemkab Kepulauan Mentawai juga akan membatasi pergerakan masyarakat antarpulaunya.

Jika upaya tegas itu tidak dilakukan masyarakat, menurutnya Mentawai yang geografis daerah berupa kepulauan, bisa terdampak signifikan pandemi covid-19 tersebut.

”Ini harus menjadi perhatian serius masyarakat. Kami terus menyosialisasikan, karena pencegahan salah satu langkah terbaik menghadapi kondisi ini,” hematnya.

Tidak hanya itu, dalam memaksimalkan kegiatan penceganan wabah baru tersebut, pihaknya juga sudah membenatuk relawan desa, serta mengintruksikan penggunaan dana desa.

Jadi, gugus tugas di desa tersebut nantinya bakal menggelar sosialisasi terkait gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan covid-19. Selain itu, mereka juga bisa melakukan penyemprotan desinfektan dan mencegah terjadinya kegiatan yang mengumpulkan warga.

”Pemerintah desa juga bisa membuat tempat isolasi bagi masyarakatnya yang baru datang. Hal itu juga salah satu cara dalam mencegah penyebaran covid-19 ini,” katanya.

Seperti diketahui, untuk mencegah terdampak pandemi virus corona, Pemkab Kepulauan Mentawai sebelumnya memutuskan untuk melakukan karantina wilayah selama 14 hari, yang dimulai sejak 31 Maret 2020.

Sejak diputuskannya karantina tersebut, kapal yang berlayar dari Padang ke Mentawai atau sebaliknya, tidak diizinkan lagi untuk mengangkut penumpang. Sedangkan untuk mengangkut barang, Pemkab Mentawai masih memperbolehkan. (da.)

  • Bagikan