Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Mentawai Diguncang Gempa Tektonik Beruntun

  • Bagikan
Info grafis Mentawai diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,8 SR dan 5,7 SR yang hanya berjarak 16 menit. (Sumber Grafis: BMKG Padangpanjang)

Mentawai | Datiak.com – Kabupaten Kepulauan Mentawai diguncang gempa tektonik secara beruntun, Senin (19/10). Gempa pertama dengan kekuatan 5,8 Skala Richter (SR), terjadi pukul 14.30 WIB. 16 menit berselang, yakni pukul 14.47 WIB, terjadi lagi gempa berkekuatan 5,7 SR di Bumi Sikerei tersebut.

Namun, Mentawai diguncang gempa tidak dirasakan oleh warga di seluruh pulau yang ada di sana. Informasi yang dihimpun Datiak.com, kekuatan gempa paling dirasakan oleh masyarakat di Timur Sikakap dan Pagai Selatan. Bahkan masyarakat di sana sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Sedangkan di Pulau Sipora dan Siberut, para warga yang dihubungi Datiak.com mengaku tidak merasakan gempa tersebut. Namun, gempa yang berlangsung dua kali di Pulau Pagai tersebut, sedikit terasa guncangannya di Kota Padang.

BACA JUGA:  Sehari Hanyut di Lautan, Retta Ditemukan Meninggal

Untungnya, informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Jadi, masyarakat diimbau untuk tidak panik menyikapinya. Masyarakat juga diminta agar tidak termakan isu dari pihak tak bertanggung jawab.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan bahwa titik kedua gempa di Mentawai tersebut berada di Pulau Pagai Selatan. Dua-duanya merupakan gempa tektonik dengan episenter terletak pada koordinat 3,36 LS – 100,29 BT dan 3,31 LS – 100,40 BT, tepatnya berlokasi 33 kilometer di laut arah Barat Daya Pulau Pagai Selatan, dengan kedalaman 13 kilometer dan 17 kilometer.

Melihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjut Rahmat, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal, akibat aktivitas subduksi lempeng di Pagai Selatan. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau Thrust Fault. Namun gempa yang terjadi tadi tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.

BACA JUGA:  Budaya Asli Mentawai di Pedalaman Sungai Rereiket Hulu

Untuk radius getaran gempa, pengamat pihaknya dapat dirasakan di Padang, Painan Pesisir Selatan, dan Mentawai. Bahkan, dari deteksi alat BMKG, gempa itu juga terasa di Kabupaten Mukomuko, Kota Bengkulu, Kepahiang, Bengkulu Utara I-II MMI, Provinsi Bengkulu.

Kondisi Mentawai

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Mentawai, Amir Ahmari mengatakan, kondisi masyarakat di Mentawai aman dan terkendali pasca gempa tersebut. Ia mengakui bahwa masyarakat di Pulau Pagai Selatan sempat mengungsi.

“Sekarang masyarakat sudah kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasanya. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa ataupun kerusakan akibat gempat tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, Amir tetap mengimbau masyarakat Mentawai untuk terus meningkatkan kewaspadaannya. Sehingga, mereka tidak panik apabila terjadi bencana. “Kalau gempa susulan terjadi, segera lakukan evakuasi mandiri dan hindari bangunan dan atau benda yang akan menimpa dari atas,” ajak Amin. (da.)

  • Bagikan