Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Memaknai Gelar Datuak di Minangkabau

  • Bagikan
gelar datuak di Minangkabau
Salah satu resepsi berunding untuk mencari kata sepakat pengukuhan gelar datuak di Minangkabau yang diadakan di Kabupaten Padangpariaman. (Foto: Datiak.com)

Padang | Datiak.com – Setiap laki-laki di Minangkabau dipersiapkan untuk menjadi kepala keluarga hingga kepala kaumnya. Makanya, ada pepatah bahwa laki-laki Minang itu ketek banamo gadang bagala. Salah satu yang paling dikenal luas yaitu gala atau gelar datuak di Minangkabau ini.

Sebenarnya, pemberian gelar terhadap lelaki Minang sudah dimulai sejak mereka hendak menikah. Di beberapa daerah di Sumbar, seperti di Piaman (Padangpariaman dan Kota Pariaman), terdapat empat gelar yang melekat pada laki-laki di daerahnya yang akan menikah. Yakni gelar sutan, bagindo, sidi, dan malin. Gelar ini diturunkan dari ayah si laki-laki tersebut. Nantinya, gelar itulah yang akan digunakan untuk menyapa si laki-laki oleh orang yang lebih tua di kampung istrinya.

Sedangkan gelar datuak di Minangkabau, hanya diemban laki-laki Minang yang dipercaya kaumnya sebagai pemimpin kaum. Jadi, pemberian gelar datuak berdasarkan hasil kesepakatan kaum. Gelar datuak pun turun-temurun dari mamak ke kemenakan.

Penurunan gelar datuak kepada laki-laki (kemenakan) di Minang, kebanyakan dilakukan ketika mamaknya yang menyandang gelar sudah meninggal. Memang, ada juga beberapa datuak yang melepas gelarnya, karena tak sanggup memikil amanah dari kaumnya. Ada juga yang mengambil gelar untuk kebutuhan pribadi saja. Contohnya untuk karir politiknya. Namun, hal ini sangat jarang terjadi.

  • Bagikan