Masyarakat Padangpariaman Salat Id di Rumah Saja

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman Suhatri Bur meminta masyarakat Padangpariaman Salat Id di rumah saja. Hal itu lantaran Padangpariaman saat ini berstatus zona oranye penyebaran Covid-19.
Foto: Dok Datiak.com

Padangpariaman | Datiak.com – Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur meminta masyarakat Padangpariaman Salat Id. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 451/87/Kesra/V-2021, tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi, Pembukaan Objek Wisata, dan Pengaturan Mobilitas Pergerakan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid-19) di Kabupaten Padangpariaman Tahun 2021.

SE tersebut diterbitkan sebagai bentuk tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor: 08/Ed/GSB-2021 tanggal 8 Mei 2021, tentang Penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 Masehi dan Pengaturan Mobilitas Pergerakan Masyarakat Lintas Kabupaten/Kota.

Terdapat empat poin imbauan dalam SE Bupati Padangpariaman tersebut. Pertama, dijelaskan bahwa Salat Idul Fitri (disebut juga Salat Id) disunnahkan bagi setiap muslim. Baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, serta dewasa maupun anak-anak. Bahkan, sangat disunatkan dilaksanakan secara berjamaah di lapangan terbuka, masjid, musala ataupun tempat lainnya.

BACA JUGA:  Pertanyakan Tindak Lanjut Surat Penolakan UU Ciptaker

Sehingga, dalam SE diminta kepada masyarakat Padangpariaman Salat Id di rumah saja. “Sekarang, Padangpariaman berstatus zona oranye penyebaran Covid-19. Berdasarkan penetapan zonasi Satgas Provinsi Sumatera Barat, maka pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi di Padangpariaman dilaksanakan di rumah saja,” bunyi poin pertama SE yang diterbitkan 10 Mei 2021 itu.

Poin keduanya, imbauan disampaikan kepada pengelola objek wisata di Padangpariaman, agar menutup objek wisatanya mulai tanggal 12 hingga 16 Mei 2021. Hal itu ditujukan juga untuk memutus penyebaran Covid-19. “Kepada pengusaha rumah makan, kafe, hotel dan homestay agar mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan tidak berkerumunan serta menyediakan alat pengukur suhu tubuh,” isi poin ketiga SE tersebut.

BACA JUGA:  Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Buka 30 Juni

Poin terakhir, dijelaskan bahwa masyarakat Padangpariaman bisa melakukan perjalanan lintas kabupaten/kota dalam Provinsi Sumatera Barat. Baik perorangan atau bersama-sama. “Dengan catatan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Lalu, kapasitas kendaraannya paling banyak 50 persen dari seluruh jumlah tempat duduk pada kendaraannya,” pesan SE tersebut.

Instruksikan Camat dan Walnag

Demi tercapainya imbauan pada SE itu, terdapat lima poin instruksi yang ditujukan kepada seluruh camat dan wali nagari (walnag) di Padangpariaman. Pertama, mereka diminta selalu berkoordinasi dengan Forkopimda, setiap kali hendak mengambil keputusan penting terkait upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Melakukan sosialisasi secara intens dan masif terhadap ketentuan pada surat edaran ini secara luas, dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi media,” perintah poin kedua SE tersebut.

BACA JUGA:  Rahmang: Tidak ada Istilah Apalagi Aturan Jatah Wabup

Lalu, camat ataupun walnag juga diminta melibatkan seluruh institusi informal di masyarakat. Di antaranya ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, kaum milenial, pimpinan perusahaan, serta tokoh lainnya yang memiliki pengaruh. “Mengotimalkan posko Covid-19 kecamatan/nagari sampai tingkat korong,” isi poin keempat SE.

Terakhir, Satgas Covid-19 kecamatan/nagari diinstruksikan untuk meningkatkan berbagai upaya yang dianggap perlu dan penting. Lalu, berinovasi berbasiskan kearifan lokal untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Padangpariaman. (da.)

  • Bagikan