Iklan Melayang
Iklan Melayang

Masih Zona Kuning, Agam Tunda Pembelajaran Tatap Muka

  • Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Isra, menjelaskan bahwa Pemkab Agam memutuskan tunda pembelajaran tatap muka. (Foto: AMCnews)
banner 468x60

Agam | Datiak.com – Pemerintah Kabupaten Agam menjadwalkan pembelajaran tatap muka dimulai 13 Juli 2020. Namun, keputusan itu kembali ditunda. Artinya, di sana akan berlanjut pembejalaran jarak jauh dalam jaringan (daring) atau tatap maya dan luar jaringan (luring).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Isra menyebutkan, alasan Pemkab Agam tunda pembelajaran tatap muka, karena dari analisis Gugus Tugas Provinsi Sumbar, Agam masih dinyatakan zona kuning penyebaran Covid-19. Sebab, masih ada kasus virus corona di sana.

banner 336x280

“Surat edaran penundaannya sedang disiapkan. Namun secara lisan sudah disampaikan Bupati Agam kepada Gubernur Sumbar,” ujar Isra seperti dilansir AMCnews, Kamis (9/7).

Ia mengatakan bahwa keputusan tunda pembelajaran tatap muka, berlaku untuk pendidikan di jenjang PAUD, SD dan SMP/MTs. Nanti, pihaknya menyiapkan dua skenario penunjang perpanjangan pembelajaran jarak tersebut.

Skenario pertama, bagi kawasan yang memiliki jaringan internet memadai dan siswa serta orangtua yang memiliki android, bisa melakukan pembelajaran jarak jauh melalui daring atau tatap maya.

“Jadi bisa menggunakan berbagai aplikasi, seperti rumah belajar, guru online dan aplikasi sejenisnya,” kata Isra.

Skenario kedua untuk wilayah yang ada dan tidak memiliki jaringan, tetapi siswa dan orangtua tidak mempunyai android, belajar jarak jauh dapat melalui luring. Pelaksanaannya dengan memberikan tugas kepada anak melalui portofolio karya anak dan menyaksikan pembelajaran yang disiarkan TVRI.

“Bagi yang menggunakan metode ini, anak didik diberikan izin datang ke sekolah mengantarkan tugas dengan menerapkan protokol kesehatan. Bisa jadi nanti akan dibagi jadwalnya supaya tidak terjadi penumpukan di sekolah,” jelasnya.

Syarat Belajar Tatap Muka

Menurutnya, apabila semua pasien Covid-19 sembuh, maka perlu dilakukan evaluasi selama satu bulan. Jika tidak ada lagi kasus baru, paling lambat September 2020 sudah bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Kami mengimbau masyarakat, orangtua dan tokoh masyarakat serta anak didik agar mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak ada kasus baru Covid-19,” imbaunya.

“Kalau kita lalai dan terjadi kasus baru, maka semakin panjang waktu belajar dari rumah. Ini tentunya akan menyulitkan anak dan mempengaruhi dunia pendidikan,” pungkasnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan