Masih Ditemukan Pelanggaran, Perbatasan Sumbar Ditutup

  • Bagikan
Wagub Sumbar, Nasrul Abit saat meninjau pos perbatasan Sumbar-Riau, di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kamis (23/4). (Foto: Humas)

Limapuluh Kota – Penutupan perbatasan Sumatera Barat (Sumbar) ternyata benar-benar dilakukan mulai Senin ini (27/4). Sekarang, hanya kendaraan yang mengangkut kebutuhan masyarakat yang diperbolehkan keluar-masuk.

Salah satunya perbatasan Sumbar-Riua yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota. Selain kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok, dipastikan tidak lagi bisa keluar masuk di sana. Sebab, pemeriksaan dilakukan secara ketat.

Untuk pengawasan dan pemeriksaan perbatasan itu, sekarang sepunuhnya diambil alih oleh TNI, Polri, serta Kementerian Perhubungan (Kemebhub). Hal itu dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo via WhatsApp pribadinya mengatakan, pelarangan keluar masuk kendaraan di batas Sumbar, bentuk tindaklanjut dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Memang, katanya terdapat sejumlah pengecualian, yakni untuk kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat.

“Kendaraan pengangkut makanan, alat kesehatan, BBM atau yang berkaitan dengan kebutuhan pokok lainnya dikecualikan,” ungkap Sri Wibowo.

Sebelumnya, perbatasan Sumbar-Riua tersebut diawasi oleh tim yang dikoordinir Satpol PP. Di sana, mereka bertugas menjalankan protokol kesehatan, yakni dengan memeriksa setiap pengendara yang masuk ke Sumbar.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Sumbar serta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Ranah Minang ini, telah memutuskan untuk menetapkan sistem PSBB sejak Rabu (22/4).

Keputusan PSBB tersebut diambil sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran covid-19 atau virus corona.

Hanya saja, PSBB itu belum terlaksana dengan baik. Sebab masih banyak ditemukan kendataan yang mengangkut penumpang melebihi aturan PSBB.

Hal itu bahkan dilihat langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, ketika ia meninjau pos perbatasan Sumbar-Riau, di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (23/4).

Untuk itu, empat hari pasca penetapan PSBB, diputuskan untuk dilakukan penutupan jalur darat di perbatasan Sumbar. Namun proses pelaksanaan pemeriksaan pembatasan di perbatasan tersebut, sudah mulai dilaksanakan pada Minggu malam (26/4). (da.)

  • Bagikan