Mantan Kekasih Selalu “Menghantui”, Coba Lakukan 1 Hal Ini

  • Bagikan
Mantan Kekasih Selalu "Menghantui", Coba Lakukan 1 Hal Ini
Ilustrasi seorang pria yang selalu dihantui bayang-bayang mantan kekasih: (Gambar: Tim DatiakCurhat)

R, seorang pria 39 tahun di Sumatera Barat. Ia memiliki seorang anak berusia 1 tahunan. Hubungannya dengan istri sangat harmonis. Hanya saja, sampai kini ia belum bisa mengahapus bayang-bayang mantan kekasih yang sempat jadi calon istri saya dulu. Berikut cerita R yang dirangkum Tim DatiakCurhat.

Mantan kekasih saya itu berinisial D, usianya sekarang 29 tahunan. Di mata saya, ia seorang wanita yang sangat baik. Begitupun keluarga dan teman-teman saya menilainya. Ia pribadi yang supel, ramah, sabar, murah hati dan religius. Ia juga cukup cantik, pintar, mapan dan terkenal. Yang terpenting, ia memiliki innerbeauty.

Rasanya, mantan kekasih saya itu begitu sempurna di mata saya dan para pengagumnya yang merupakan rival saya. Makanya, sampai saat ini, setelah sekitar 10 tahun kami berpisah, kenangan suka duka kami masih lekat dalam keseharian saya. Saya akui, ketika bersamanya saya bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa. Ada sekitar 2 tahun saya “taaruf” dengannya.

Namun, sampai hampir memasuki tahun yang kesepuluh ini, belum mampu bagi saya untuk membayar kesalahan yang pernah saya lakukan pada mantan kekasih saya tersebut. Semakin hari saya semakin diliputi perasaan bersalah yang sangat luar biasa. Saya menyesal telah menyakiti hatinya, karena pintu maafnya selalu terbuka untuk saya.

Saya tahu, ia sangat menyayangi saya. Ia begitu menjaga saya, tidak pernah bisa melihat saya susah dan menangis. Kalaupun ia bisa marah meledak-ledak, saya bisa memakluminya karena itu kesalahan saya. Setelah itu, ia akan menangis.

Lucu memang. Seharusnya, sayalah yang menjaganya seperti itu, karena saya laki-laki. Dulu sangat susah bagi saya mendapatkan hati dan cintanya. Tapi, dari seribu macam kesalahan saya, satu hal yang tidak dapat diterima adalah ketika saya mengkhianatinya. Saya berselingkuh. Hampir delapan tahun saya berusaha meraih kembali hatinya, namun sia-sia. Akhirnya, karena faktor usia, 2 tahun lalu saya menikah dengan orang lain.

Sampai mati, mungkin saya akan terus menyesali kebodohan saya itu. Saya betul-betul tersiksa dengan perasaan ini, karena saya tahu hukum karma pasti berlaku. Sekarang, menurut beberapa sumber, istri saya juga mulai dekat dengan teman kantornya. Sering saya dapati ia chatting sampai malam.

Apakah yang harus saya lakukan? Kalau saya bercerai, bagaimana dengan nasib anak kami? Tolong saya, mungkinkah saya terus memimpikan hidup dengan mantan kekasih saya itu?

Informasi yang dirangkum Tim DatiakCurhat dari beberapa psikolog, orang-orang yang senasib dengan R mungkin bisa melakukan hal-hal berikut:
  • Bagikan
Daftar dan masuk untuk mengambil konten!