Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Manfaat Program Bagi Masyarakat Prioritas Pemkab Solok

  • Bagikan
Manfaat Program Bagi Masyarakat 2021
Suasana pembahasan KUA-PPAS APBD Kabupaten Solok Tahun 2022. (Foto: Pemkab Solok)

Kabupaten Solok | Datiak.com – Manfaat program bagi masyarakat, dipastikan selalu menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Solok. Tentunya dengan memperhatikan kaidah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga, anggaran yang terbatas, tetap mengakomodir kebutuhan masyarakat Kabupaten Solok.

Hal tersebut seperti disampaikan Pj Sekdakab Solok, Medison, saat pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2022, kemarin. Pembahasan KUA-PPAS tersebut bakal berlangsung 4 hari, yakni Selasa-Jumat (12-15/10/2021). “Komitmen ini dibangun dengan pertimbangan manfaat program bagi masyarakat. Sebab, banyaknya kebutuhan masyarakat yang harus direalisasikan di tengah keterbatasan sumber daya,” ujarnya.

Medison mengatakan, diperlukan prioritas kebijakan pengunaan anggaran untuk pencapaian rencana pembangunan yang telah dituangkan dalam RKPD tahun 2022. Rancangan KUA-PPAS Kabupaten Solok tahun anggaran 2022, katanya amanah Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuagan Daerah, serta Permendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022.

BACA JUGA:  Iriadi-Agus jadi Paslon Nomor Urut 4 di Pilkada Kabupaten Solok
Ia juga menjelaskan bahwa penyusunan kebijakan umum APBD Kabupaten Solok tahun 2022, merupakan wujud komitmen pemerintah daerah, dalam melaksanakan pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya dengan memprioritaskan manfaat program bagi masyarakat Kabupaten Solok.

Dipaparkan Medison, dalam pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kabupaten Solok 2021-2026, rencana pendapatan daerah Kabupaten Solok tahun 2022 diperkirakan sebesar Rp 1.230.633.863.337.

“Sementara belanja daerah direncakan sebesar Rp 1.250.633.863.337, sehingga terdapat defisit sebesar Rp 20.000.000.000,” tambahnya.

Dijelaskannya, keberadaan RPJMD merupakan rencana strategis dari masing-masing OPD, hasil musrenbang pada semua tingkatan, serta hasil Forum OPD dan hasil reses DPRD. Semua itu, menjadi pedoman dan acuan oleh tim perumus, untuk memfinalkan program yang diajukan demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  Fraksi di DPRD Kabupaten Solok sampai Kapan Terbagi 2?

“Tujuan itu sejalan dengan visi-misi kepala daerah terpilih, yakni “Mambangkik Batang Tarandam”, sehingga Kabupaten Solok menjadi yang terbaik di Sumatera Barat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua TAPD Kabupaten Solok diwakili Kepala BKD Kabupaten Solok, Aditiawarman menyampaikan, sebagai gambaran umum belanja sebesar Rp 1.250.633.863.337. Anggaran itu, diprioritaskan untuk menitikberatkan kepada pencapaian visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Solok, yang tercantum dalam RPJMD tahun 2021-2026. Selain itu, untuk pemenuhan unsur wajib pelayanan non dasar serta urusan pilihan.

Lalu, mendorong kegiatan yang memiliki sifat strategis dan kegiatan lainnya yang memiliki dampak signifikan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian, mendorong implementasi strategi pembangunan dan arah kebijakan pembangunan. Hal itu tentunya dengan memprioritaskan manfaat program bagi masyarakat Kabupaten Solok.

“Manfaat program bagi masyarakat, salah satunya dengan mengedepankan belanja yang menunjang kegiatan UMKM, pertanian, infrastruktur, serta pertumbuhan ekonomi penanggulangan dampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

BACA JUGA:  Fraksi Partai Demokrat Larang OPD Tambah Budget di APBD-P

Berdasarkan Surat Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuagan Republik Indonesia, Nomor S-170/PK/2021 tanggal 1 Oktober Tahun 2021, perihal Penyampaian Rincian Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022, diperoleh informasi bahwa terjadi penurunan pendapatan.

Adapun penurunan tersebut sebesar Rp 40.518.489.000, yang semula tercantum dalam buku rancangan keuangan KUA-PPAS tahun 2022 sebesar Rp 1.047.671.967.000, turun menjadi sebesar Rp 1.007.153.478.000.

“Kita berharap dalam pembahasan ini bisa ditemukan kesepakatan bersama tentang rencana struktur keuangan daerah tahun 2022 dan rencana sementara platform tertinggi untuk belanja daerah yang di alokasikan ke semua SKPD dan Unit kerja,” pungkasnya. (da.)


Temukan berita Kabupaten Solok hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan