Malam Sebut Istri Tergegau, Sore K Ditemukan Tergantung

  • Bagikan
Warga saat melihat kondisi K (foto kanan) dan FY (foto kiri) yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman – Warga Korong Pasa Tangah, Nagari Kayutanam, Kecamatan 2×11 Kayutanam digemparkan pada Rabu (15/4). Pasalnya, pasangan suami istri (pasutri) yang kesehariannya berdagang pecel lele, ditemukan tewas di kedai yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya.

K (suami), ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung dengan seutas nilon. Sedangkan FY (istri) tertelentang dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidurnya.

Peristiwa itu baru diketahui warga sekitar pukul 16:00 WIB. Tepatnya, Rian, saat salah seorang petugas koperasi keliling dari Bukittinggi, mendatangi kediaman K dan FY. Namun, pintu rumah pedagang pecel lele itu tampak tertutup.

Menyikapi kondisi itu, Rian bertanya kepada Lidia Meidi, salah seorang tetangga K dan FY. Lidia ternyata juga belum ada melihat pasutri tersebut, sejak Rabu (15/4) pagi. Keduanya pun memutuskan untuk mendatangi rumah K dan FY itu.

Setelah beberapa kali dipanggi, pria 35 tahun dan wanita 27 itu tidak memberikan respon. Sehingga, Rian dan Lidia mencoba mengintip lewat kaca depan kedai K dan FY tersebut. Kedua saksi itu langsung kaget, karena K tampak dalam kondisi tergantung.

Melihat kejadian itu, kedua Rian dan Lidia langsung histeris. Warga pun mendatangi rumah korban, lalu mendobrak pintunya. Ketika di dalam rumah, warga tidak langsung melihat FY.
Warga pun menuju ke kamar pasutri tersebut. Di sanalah warga melihat FY tergeletak di atas kasurnya, dalam kondisi tidak bernyawa.

Kapolsek 2×11 Enam Lingkung, Iptu Agusma Hendri mengatakan, berdasarkan keterangan Y, salah seorang tetangga korban, dirinya sempat mendengar FY berteriak Rabu (15/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

Y yang terkejut mendengar teriakan itu, langsung mendatangi kedai korban. Namun, korban K mengatakan bahwa istrinya tersebut hanya sedang tergegau.

Namun, tidak berselang lama, Y kembali mendengar suara berisik dari kediaman K dan FY. Ia pun kembali datang menanyakan K, apa yang sebenarnya terjadi pada FY.

“Ketika saksi Y datang bertanya untuk kedua kalinya, K mengatakan bahwa istrinya (FY) sedang susah tidur,” ujar Iptu Agusma, saat menyampaikan ulang keterangan saksi yang diterimanya.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi pun meminta pihak medis mengangkut jenazah K dan FY, guna pengembangan kasus kematian pasutri tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Datiak.com, K dan FY diketahui memulai berjualan pecel lele di Korong Pasa Tangah itu, baru sekitar 8 bulan lalu. Sepengetahuan warga sekitarnya, kehidupan keluarga K dan FY selama ini sangatlah harmonis. Bahkan, keduanya kerap dipuji sebagi pasangan yang romantis.

Namun, sejak sepuluh hari belakangan, warga memang tidak melihat K ataupun FY menjelankan usaha pecel lele-nya tersebut. Hal itu disampaikan oleh N (38 tahun), salah seorang warga yang mengaku dekat dengan kedua korban.

Bahkan, N turut mengungkapkan bahwa Senin (13/4) sore, korban FY sempat datang ke rumahnya. Istri K tersebut meminjam uang Rp 1 juta kepada N, untuk pergi merantau ke Jakarta. N pun menjanjikan akan memberikan pinjaman itu kepada FY, Kamis (16/4) ini. (da.)

  • Bagikan