Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Makam Syekh Burhanuddin Tetap Didatangi Peziarah

  • Bagikan
Pjs Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri, bersama Forkopimda Padangpariaman saat menyampaikan imbauan kepada jamaah yang berziarah ke makam Syekh Burhanuddin. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Pemkab Padangpariaman telah mengeluarkan imbauan basafa tidak digelar di bulan safar 2020 ini. Keputusan itu diambil setelah Pemkab Padangpariaman berdiakusi dengan MUI Padangpariaman, tuanku khalifah Syekh Burhanuddin, serta ninik mamak dan tokoh Ulakan Tapakih. Hanya saja, masyarakat yang kini sudah terlanjur berada di kawasan makam Syekh Burhanuddin tersebut, tentunya tidak dapat larang melakukan ziarah.

Menyiasati hal itu, Pemkab Padangpariaman memilih melakukan pengawasan agar di sana tidak terjadi pelanggaran protokol Covid-19. Kendati begitu, Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Ranah Saiyo Sakato itu mengingatkan, sikap tersebut bukan berarti memberikan izin basafa dilanjutkan seperti tahun sebelumnya. Mereka tetap mengingatkan masyarakat yang belum datang ke lokasi basafa agar mengurung niat berangkat berziarah.

Hal itu disampaikan Pjs. Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri, ketika meninjau di kawasan makam Syekh Burhanuddin, Rabu (07/10) sekitar pukul 17.20 WIB. “Padangpariaman saat ini masuk zona merah pandemi Covid-19. Untuk itu, kita di Pemkab Padangpariaman dan stakeholder terkait beserta pemuka masyarakat, memutuskan untuk menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Salah satunya basafa ini,” kata Adib kepada para jamaah yang sudah berada di kawasan Syekh Burhanuddin itu.

BACA JUGA:  Pemkab Padangpariaman Hibahkan Rp 1 Miliar untuk TMMD

Keputusan meniadakan tradisi ritual basafa tahun ini, katanya dilandasi sejumlah pertimbangan pihaknya, MUI, dan para tokoh masyarakat di Ulakan Tapakis. Salah satunya karena basafa mampu mendatangkan ribuan jiwa di kawasan Syekh Burhanuddin. Terlebih lagi, peziarah juga ramai dari luar Sumbar, bahkan luar Indonesia. “Lebih baik kita mencegah. Kita khawatir kegiatan basafa ini bisa membentuk klaster baru penyebaran Covid-19,” ucap Adib yang kini juga berstatus Kepala Dinas Pendidikan Sumbar tersebut.

Kendati begitu, lanjutnya, para peziarah yang sudah terlanjur berada di kawasan Syekh Burhanuddin tersebut, tidak dapat dicegat terlebih diminta untuk langsung menghentikan aktivitasnya berziarah, seperti mendoakan almarhum Syekh Burhanuddin. “Kita berharap bapak/ibu serta para dunsanak kita yang berziarah, agar menggunakan masker, sehingga terlindungi dari paparan Cavid-19,” ujar mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar itu.

BACA JUGA:  Penjaringan Pejabat di Padangpariaman Dimulai Hari Ini
Pesan Kapolres

Hal itu turut dibenarkan oleh Kapolres Padangpariaman, AKBP Dian Nugraha, yang ikut dalam sosialisasi tersebut. Ia pun mengingatkan warga yang telah berada di kompleks makam Syekh Burhanuddin, harus mematuhi imbauan pemerintah. Salah satunya soal menjalani protokol kesehatan, dan mengikuti tata aturan berziarah guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Ini kita lakukan demi kemaslahatan bersama. Jadi, kita berharap agar bapak/ibu yang sudah terlanjur datang di makam Syekh Burhanudin, mengindahkan imbauan pemerintah soal penerapan protokol kesehatan,” ajak Dian. (da)

  • Bagikan