Lulusan Pesantren di Sumbar Didorong ke Timur Tengah

  • Bagikan
lulusan pesantren di Sumbar
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendorong lulusan pesantren di Sumbar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam mapun luar negeri. (Foto: Istimewa)

Pasaman Barat | Datiak.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendorong lulusan pesantren di Sumbar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Baik dalam mapun luar negeri. Salah satunya ke Timur Tengah.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sekarang tengah menyiapkan tim untuk menjalin hubungan dengan negera-negara di Timur Tengah. Ini adalah salah satu jalan bagi lulusan pesantren untuk bisa menimba ilmu di sana,” katanya saat menghadiri batagak kudo-kudo Masjid Al-Humaidi Pondok Pesantren Darul Hadits Pasaman Barat, Kamis (15/7/2021).

Menurut gubernur, anggota tim yang dibentuknya itu di antaranya adalah keturunan Minang yang telah merantau di Timur Tengah. Mereka yang nanti akan dibekali Surat Keputusan (SK) sebagai perwakilan resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Surat itu akan memudahkan mereka membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menjalin komunikasi, menjajaki semua kemungkinan kerjasama baik dengan Duta Besar Indonesia di negara tersebut atau langsung dengan pemerintah setempat.

BACA JUGA:  Sekolah Tatap Muka Desember, 700 Guru Ikut Swab Massal

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga tengah menjajaki kemungkinan menjalin hubungan “sister city” atau kota kembar dengan beberapa kota di Timur Tengah. Lewat program itu, akan dimungkinkan pula pertukaran pelajar antara dua daerah.

Ia mengatakan masyarakat Sumbar yang merantau bisa ditemui di banyak negara di dunia termasuk Timur Tengah. Mereka terhimpun dalam sebuah jaringan Minang Diaspora dan bersedia memberikan bantuan bagi orang-orang yang ingin menuntut ilmu di Timur Tengah.

“Jadi banyak cara jika ada kemauan. Namun agar cita-cita untuk kuliah di luar negeri itu bisa tercapai maka segalanya harus dipersiapkan sejak dini, terutama untuk kemampuan Bahasa Arab,” hematnya.

Ia yakin lulusan pesantren di Sumbar memiliki kemampuan dalam berbahasa Arab. Sehingga, nantinya tidak terlalu sulit bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke negara di Timur Tengah.

BACA JUGA:  Sidak di Dinas ESDM Sumbar, Mahyeldi Berang dan Ancam Potong TKD
Lulusan Pesantren di Sumbar Harus Unggul

Sementara itu, Kepala Kemenag Pasaman Barat Muhammad Nur mengatakan lulusan pesantren di Sumbar harus memiliki keunggulan tertentu dibandingkan lulusan sekolah lain. Keunggulan itu bisa dalam hal tahfidz Qur’an maupun penghafal hadist atau ahli dalam kitab-kitab lain.

Namun tidak boleh pula mendikotomi ilmu. Hanya menitik beratkan pada ilmu agama tetapi meninggalkan ilmu pendukung lain seperti teknologi, pertanian atau peternakan.

“Tidak semua lulusan pesantren di Sumbar akan menjadi ulama karena itu perlu pula “live skill”, ilmu terapan yang bisa menjadi pendukung untuk mendapatkan pekerjaan di bidang lain,” ujarnya.

Ia memuji pengelola pesantren Yayasan Darul Hadits yang mau mengembangkan berbagai usaha di lingkungan sendiri seperti usaha perikanan dan peternakan. Usaha itu juga bisa menjadi lahan ilmu bagi siswa pesantren.

BACA JUGA:  Aciak Tanggapi Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Tol

Pimpinan Yayasan Darul Hadits, Khairul Nasri, mengatakan lulusan pesantren di Sumbar memang harus mengembangkan pendidikan sampai ke luar negeri, seperti ke Timur Tengah. Sebab, pondok pesantrennya itu bisa berdiri karena banyak bantuan dari donatur, yang sebagian besar dikenalnya saat menjalani pendidikan di Timur Tengah.

“Mudah-mudahan nanti selain donatur, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga bisa membantu pengembangan pesantren,” katanya. (da.)


Temukan berita Pasaman Barat hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan