Longsor di Solok Rusak Lima Rumah Warga

  • Bagikan
Wakil Wali Kota Solok, Reinier ketika mengunjungi dan memberikan arahan kepada korban longsor Solok, tepatnya di kawasan Batupatah Payo, Kelurahan Tanahgaram, Kecamatan Lubuk Sikarah. (Foto: Humas)

Kota Solok | Datiak.com – Hujan lebat yang mengguyur Kota Solok selama dua hari, memicu longsor di kawasan Batupatah Payo, Kelurahan Tanahgaram, Kecamatan Lubuk Sikarah, Jumat dini hari (4/9). Akibat longsor di Solok itu, sebanyak empat rumah mengalami kerusakan dan satu rumah roboh. Sedangkan beberapa rumah tampak mengalami keretakan pada dindingnya.

Warga yang menjadi korban bencana itu pun kini dievakuasi ke SDN 12 Tanahgaram dan sebuah mushala di sana. “Iya memang benar ada longsoran, tapi masih skala kecil. Namun karena kondisi tanah yang sangat labil, kami instruksikan seluruh warga untuk tidak di rumah, tapi bertahan di tempat pengungsian,” ujar Kalaksa BPBD Kota Solok, Ikhlas.

Dijelaskannya, karena kontur daerah tersebut yang berupa perbukitan, apalagi puluhan rumah berada di kawasan rawan longsor. Ratusan warga kemudian berinisiatif mengamankan diri di sekolah dan mushala yang ada di sana. Meskipun Jumat siang (4/9) hujan sudah berhenti, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak pulang dulu ke rumah masing-masing.

“Kita segera melakukan tindakan penanganan bersama pihak terkait lainnya. Baik soal rumah warga terkena longsor maupun terhadap masyarakat yang mengungsi. Sehingga, kondisi ini tidak menyulitkan para korban,” ucap Ikhlas.

Ia menjelaskan, terdata sebanyak 70 kepala keluarga yang mengungsi. Sedangkan total keseluruhannya sekitar 350 orang. Untuk itu, pihaknya saat ini bakal memprioritaskan kondisi para pengungsi terlebih dahulu. “Kita sudah intruksikan warga yang mengungsi agar bertahan dulu dalam beberapa hari ke depan. Sebab, kondisi belum memungkinkan untuk mereka kembali ke rumah,” ungkapnya.

Untuk penanganan pengungsi, pihaknya juga menyiapkan strategi. Hal itu dilakukan sesuai ketentuan atau program tetap (protap) dari protokol kesehatan di masa pandemi Coviud-19 ini. “Kita bersama Dinas Sosial, TNI/Polri dan pihak terkait lainnya sudah mendirikan dapur umum serta memberikan trauma healing untuk warga yang mengungsi,” katanya.

Untuk mastikan warga bisa kembali ke rumahnya, katanya tim gabungan akan melihat kondisi cuaca terlebih dahulu. “Jika memang sudah memungkinkan, maka warga akan diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan