Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Lokasi Bekas Tambang di Padangpariaman yang jadi Objek Wisata

  • Bagikan
bekas lokasi tambang di Padangpariaman
Suasana di bekas lokasi tambang di Padangpariaman yang terletak di Nagari Balahhilia, Kecamatan Lubukalung, yang kini menjadi objek wisata berbasis air. (Foto: Humas Pemkab Padangpariaman)

Padangpariaman | Datiak.com – Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, gotong royong di salah satu lokasi bekas tambang di Padangpariaman, kemarin (5/6). Yakni di taman wisata berbasis air, Nagari Balahhilia, Kecamatan Lubukalung. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-47.

Informasi yang dihimpun Datiak.com, taman wisata berbasis air tersebut sebelumnya merupakan lokasi tambang galian c, atau penambangan pasir, batu dan kerikil. Sehingga, di sana terjadi kerusakan kontur kawasan di sana.

“Kesadaran untuk menjaga lingkungan hidup sangatlah penting untuk kelestarian alam kita. Sebab, manusia tidak akan bisa hidup dengan nyaman, apabila lingkungannya tidak terawat,” hemat Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, usai melaksanakan kegiatan gotong royong di taman wisata berbasis air tersebut.

BACA JUGA:  Aspirasi Genius Umar Ikut Bantu Masyarakat Padangpariaman

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan. “Kalau bisa, manfaatkan waktu luang untuk kegiatan gotong royong guna memulihkan kondisi lingkungan kita. Misalnya membersihkan kawasan kumuh dengan sampai di korong-korong,” ajaknya.

Suhatri Bur pun mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung pemulihan lokasi bekas tambang di Padangpariaman. Salah satunya taman wisata di Nagari Balahhilia ini. “Semoga dengan memperingati Hari Lingkungan Hidup ini, kita semakin peduli dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan kita ke depannya,” tukas Suhatri Bur.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Siti Aisyah. Katanya, pemulihan bekas tambang di Nagari Balahilia tersebut, bentuk respon pemerintah terhadap aspirasi masyarakat di sana.

BACA JUGA:  Pesona Kawasan Syekh Burhanuddin

“Pemulihan lokasi (bekas tambang, Red) ini menjadi taman wisata di Nagari Balahhilia, dilaksanakan menggunakan APBN tahun 2020 kemarin. Nilai anggarannya Rp 2 miliar,” ungkap Siti Aisyah.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat menjaga lokasi bekas tambang di Padangpariaman yang kini menjadi objek wisata tersebut. Sehingga, tempat itu menjadi destinasi kebanggaan daerah. “Kita harus gencar memperkenalkan tempat ini,” hematnya.

“Satu lagi pesan saya, selalu jaga lingkungan agar tetap dalam kondisi baik untuk keberlangsungan kehidupan ke depan. Sebab kerusakan lingkungan bisa juga membawa musibah, seperti bencana alam,” tutupnya. (da.)

  • Bagikan