Lihat Korban Terisak Menangis, Gagak Hitam Buru Begal Sadis

  • Bagikan
Korban begal sadis tampak terisak menangis.

Padangpariaman | Datiak.com – Rahmat tak bisa berbuat apa-apa saat sepeda motornya dirampas begal sadis. Remaja 18 tahun asal Korong Kubu Alahan Kuranji, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungaigeringging itu, hanya bisa bisa terisak menangis.

Kejadian tersebut 27 Juni 2020 lalu, sekira pukul 19.00 WIB. Saat itu, Rahmat hendak menukar knalpot sepeda motornya yang bermerk Suzuki Satria FU. Namun, ia mendapatkan tawaran dari DA yang mengaku memiliki knalpon motor yang dicarinya.

Meskipun tak mengenal DA, Rahmah langsung percaya dengan tawaran tersebut. Pertemuan keduanya di salah satu showroom motor di Simpang Jagung Kuraitaji tersebut, akhirnya berujung kesepatan untuk transaksi knalpot motor.

Setelah saling sepakat, Rahmat pun menyetujui ajakan DA untuk menjemput knalpot ke rumahnya di Korong Sungai Patai, Nagari Kapalohilalang, Kecamatan 2×11 Kayutanam. Ia pun membuntuti DA dan rekannya yang menggunakan Daihatsu Xenia hitam dengan nomor polisi BM 1240 TN.

Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di dekat jembatan Korong Lubuknapa, Nagari Batukalang, Kecamatan Padangsago, DA keluar dari mobil yang dinaikinya itu. Ia memaksa Rahmat untuk menyerahkan Satria FU yang ditungganginya.

Rahmah yang jauh kecil usianya dari DA, tak dapat melakukan pelawanan menghadapi kondisi tersebut. Sehingga, ia hanya bisa pasrah motornya dilarikan oleh DA.

Setelah DA membawa kabur motornya, Rahmat langsung mencari pertolongan. Ia menceritakan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Informasi itu pun langsung sampai ke polisi.

“Saat dapat laporan, Tim Gagak Hitam Satreskrim Polres Padangpariaman langsung mendatangi korban,” ujar Kasatreskrim Polres Padangpariaman, AKP Abdul Kadir Jailani, dikutip dari siara pers Polres Padangpariaman.

Abdul menjelas, kendaraan milik korban yang dilarikan DA bernomor polisi BA 5017 AA, dengan Nomor Rangka MH8BG41CAAJ335553 dan Nomor Mesin G4201DE95942. “Pas kejadian, korban langsung membuat Laporan Polisi Nomor: LP/20/VI/2020/Polsek tanggal 29 Juni 2020,” ujar Abdul.

Ungkap Seluruh Perbuatan DA

Usai mendapatkan seluruh keterangan korban, Tim Gagak Hitam langsung melakukan penyelidikan. Identitas hingga cirri-ciri begal sadis itu pun langsung dikantongi petugas. Diketahui, DA melarikan diri ke Riau usai menjalani aksinya tersebut.

“Tanggal 9 Juli 2020, tim kita mendapat informasi pelaku hendak pulang dari Riau menuju Kayutanam. Sehingga, tim kita langsung melakukan pengintaian dan meminta bantuan Tim Opsnal Polres Limapuluh Kota,” ungkap Abdul.

Upaya pengintaian dan kerjasamanya dengan Polres Limapuluh Kota berbuah manis. DA berhasil diamankan ketika melintas di depan Polres Limapuluh Kota, pada tanggal 9 Juli 2020 sekira pukul 01.30 WIB.

“Saat diamankan dan diintrogasi, tersangka mengakui perbuatannya dan telah menjual sepeda motor di daerah Kubang Pekanbaru,” ungkapnya.

Dari penangkapan itu, polisi juga berhasil mengungkap bahwa mobil Xenia yang dikendarai DA saat menjalankan aksi begalnya, juga hasil curiannya di Riau. Selain itu, DA juga mengaku pernah mencuri di sebuah rumah tempat panti jompo di Nagari Sicincin. (da.)

  • Bagikan