Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Layanan Kesehatan RSUD Solsel masih Dikeluhkan

  • Bagikan
Bupati dan Wabup Solsel saat meninjau layanan kesehatan RSUD Solsel, kemarin.
Foto: Istimewa

Solok Selatan | Datiak.com – Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan (Solsel) meninjau kondisi terkini fasilitas RSUD Solsel, kemarin. Mereka juga mempertanyakan layanan kesehatan RSUD Solsel. Hal itu setelah pimpinan daerah tersebut menerima laporan dari masyarakat.

“Masih ada masyarakat yang mengeluhkan layanan kesehatan RSUD Solsel. Jadi, sangat bertolak belakang dengan laporan Direktur RSUD kepada kami. Enam bulan ke depan kami akan evaluasi lagi, berubah atau tidaknya pelayanan di sini,” tegas Bupati Solsel Khairunas kepada direktur RSUD Solsel.

Dia meminta Direktur RSUD Solsel lebih berinovasi demi kemajuan rumah sakit, bekerja sama dan kompak. Ubah pikiran negatif RSUD, perbaiki pelayanan untuk bisa berubah kepada lebih baik. Seolah rumah sakit ini adalah tempat transit saja, semestinya pelayanan lebih cepat.

“Kan ada Sumber Daya Manusia (SDM) dokter spesialis sebanyak 19 orang. Mestinya layanan kesehatan RSUD Solsel cepat tanggap. Apalagi visi-misi kami adalah pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Solsel,” jelasnya.

Dari pantau bupati dan wabup, banyak yang mesti dibenahi di RSUD Solsel. Sebab, masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Kondisi tersebut menurutnya sulit meyakinkan pejabat dan masyarakat berkelas bisa berobat di RSUD Solsel, karena kurangnya ruangan VIP.

“Rumah sakit itu harus bersih. Pasien menyampaikan ke saya, mengeluh saat berkunjung ke ruangan inap. Bahwa AC ruangan rumah sakit masih panas. Ini perlu dibenahi,” tuturnya.

Termasuk ventilator seperti di ruangan Covid-19, dipasang satu unit tahun 2012 lalu dan dua unit tahun 2020. Hingga kini, tidak ada orang yang bisa menjalankannya, dan harus diperbaiki. “Apa saja alat yang belum atau tidak layak lagi digunakan. Kedatangan kami mencari solusi terkait fasilitas dan layanan kesehatan RSUD Solsel,” terangnya.

Kata Khairunas, kesehatan adalah garda terdepan. Menyangkut layanan kesehatan RSUD Solsel yang baik, petugas kesehatannya harus ramah dan santun. “Kami butuh dukungan tenaga kesehatan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan dengan baik dan jangan asal melayani,” pesannya kepada direktur dan tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis di sana.

Penegasan Wabup

Sementara, Wabup Solsel Yulian Efi mengatakan, bagaimana RSUD dapat menjalankan program kepala daerah dalam 100 hari kerja. Bagaiamana bisa melayani masyarakat dengan baik dan berikan kenyamanan pasien atau masyarakat yang berobat. “Apa masukan kami, untuk segera dievaluasi karena kami akan mengevaluasi kembali,” paparnya.

Tanggapan Kadis dan Direktur

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman, mengatakan bahwa RSUD ini didirikan tahun 1984 lalu memiliki 505 orang tenaga kesehatan, sekitar 200 PNS selebihnya TKD dan sukarela. Sudah termasuk 19 dokter spesialis.
“Kunjungan Bupati Solsel, sebuah penghargaan bagi pihak rumah sakit dalam melihat kondisi fasilitas kesehatan terkini. Perubahan nomenklaturnya sudah bisa dikukuhkan dari pengurus lama ke yang baru di RSUD,” bebernya.

Terpisah, Plt Direktur RSUD Solsel, Toni Hardian menjelaskan, jadi kebangaan karena RSUD sudah dikunjungi perdana bupati-wabup dan telah melihat kondisi terkini rumah sakit. “Kami akan membenahi kekurangan dan keluhan seperti disampaikan Bupati dan Wabup,” ucapnya. (da.)

  • Bagikan