Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Lari dari Rumah, si Ayah Mencari hingga Menghamili Anaknya

  • Bagikan
Tersangka SF (duduk) yang sudah menghamili anak tiritnya diproses di Polres Kota Solok. (Foto: Istimewa)

Kota Solok | Datiak.com – Kekerasan hingga tindak asusila terhadap anak tak pernah habisnya. Baik dilakukan orang lain ataupun orang terdekat dengan anak. Kali ini tindakan bejat itu terjadi di Kota Solok. Seorang pria berinisial SF (34 tahun) tega menghamili anak tirinya.

Kapolres Kota Solok, AKBP Ferry Suwandi menjelaskan, perbuatan SF dilaporkan istrinya, EO (34 tahun), pada 1 Mei 2019. Namun saat dilakukan pengejaran, ternyata SF melarikan diri dan bersembunyi. Sehingga, pihaknya baru menemukan SF pada Sabtu (18/7).

“Saat penangkapan di salah satu kontrakan di Kelurahan Aro IV Korong, Kecamatan Lubuksikarah Sabtu kemarin, tersangka bersembunyi di bawah tempat tidur,” ujar Ferry didampingi Kasat Reskrim Polres Kota Solok, Iptu Defrianto, kemarin (23/7).

BACA JUGA:  Bangkitkan Semangat Gotong Royong, Cegah Anak Lahir Stunting

Dari hasil keterangan korban, imbuh Ferry, kejadian bermula pada tanggal 29 April 2019. Saat itu, korban melarikan diri dari rumahnya, karena sesuatu masalah. Awalnya, SF berniat mencari anak tirinya itu, untuk membujuknya pulang.

Usaha SF berhasil. Ia pun menemukan dan membawanya pulang korban ke kontrakan mereka yang terletak di Kelurahan Aro IV Korong, Kota Solok. Hanya saja, sesampai di kontrakan, istri SF sedang tidak ada. Situasi itu membuat SF berubah pikiran hingga mencabuli anak tirinya tersebut.

Setelah melampiaskan nafsu jahatnya, SF pun melarikan diri. Kejadian itu baru diketahui istrinya, setelah korban bercerita sebulan setelahnya. Pasalnya, korban sudah mengandung anak dari ayah tirinya itu.

BACA JUGA:  Pemerkosaan di Padang pada 5 Agustus 2021 Bisa Melegenda

Mendapat kabar itu, ibu korban tentu kaget suaminya tega menghamili anaknya yang berusia 17 tahun tersebut. Sehingga, EO langsung melapor kepada pihaknya. “Sekarang korban sudah melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki,” ungkap Ferry.

Atas perbuatan itu, imbuh Ferry, tersangka terancam dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Ancaman pidananya penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (da.)

  • Bagikan