Langgar Protokol Kesehatan di Padang, Pengendara Disanksi Kerja Sosial

  • Bagikan
Pelanggar protokol kesehatan di Padang sedang menjalani sanksi kerja sosial membersihkan sampah di depan TMP Lolong. (Foto: Istimewa)

Padang – Puluhan pengendara sepeda motor, mobil pribadi, dan angkutan kota (angkot) yang terjaring razia, dikenakan sanksi kerja sosial oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, kemarin (25/6). Mereka kedapatan tidak mengikuti protokol kesehatan di bidang transportasi, sesuai Peraturan Wali Kota (Perwako) Padang Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dishub Kota Padang Dian Fakri mengatakan, dari razia secara mobile yang dilakukan selama dua jam, yakni mulai pukul 10.15 sampai 12.15 WIB, sekitar 26 orang pengendara dikenakan sanksi kerja sosial.

Sanksi kerja sosial yang diberikan kepada pelanggar yakni membersihkan fasilitas umum dari sampah, mencabut rumput dan membersihkan rambu-rambu lalu lintas. “Tapi yang dikenakan sanksi denda tidak ada,” katanya.

Dian menyampaikan, pihaknya bakal terus melakukan razia secara mobile untuk penerapan Perwako No. 49 Tahun 2020 di bidang transportasi ini, selama beberapa hari ke depan.

Tujuannya agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker saat berkendara atau menaiki kendaraan. Termasuk mengisi jumlah penumpang, baik kendaraan pribadi maupun angkot, hanya 50 persen dari kapasitas.

“Kita tidak tahu bahwa penumpang yang naik itu bisa saja menularkan covid-19. Sebab Kota Padang masih zona merah. Jika masyarakat tidak mengikuti protokol kesehatan di masa pola hidup baru ini, maka tren kasus yang saat ini sudah mulai turun dan tingkat kesembuhan juga mulai banyak, bisa kembali berkembang dan mewabah,” jelasnya.

Ke depan dia berharap, para penyedia jasa transportasi dan pengguna transportasi dapat mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam Perwako No. 49 Tahun 2020. Sehingga tidak ada lagi penyedia jasa transportasi yang tidak mematuhi protokol kesehatan. (da.)

  • Bagikan