Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Lahan Tol di Padangpariaman bakal Dijadikan Ladang?

  • Bagikan
presiden groundbreaking lahan tol di Padangpariaman
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) saat groundbreaking Jalan Tol Padang-Pekanbaru, di Jl. Padang Bypass Km 25, Nagari Kasang, Kecamatan Batanganai, Kebupaten Padangpariaman, Jumat (9/2/2018). (FOto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Pembebasan lahan tol di Padangpariaman yang disebut-sebut sulit, ternyata bertolak belakang. Pasalanya, progres pembebasan lahan di sana berlangsung cukup baik. Malahan, yang jadi permasalahan sampai sekarang, lahan yang telah dibebaskan belum jelas kapan dibayar ganti ruginya kepada pemilik lahan.

Contohnya saja di Nagari Lubukalung, Kecamatan Lubukalung. Sekarang progres pembebasan lahan tol di sana sudah mencapai 80 persen. Mengejutkannya lagi di Kecamatan 2×11 Enamlingkung. Pembebasan lahannya sudah bisa dikatakan 100 pesen. Sebab, sekarang hanya tinggal proses pembebasan lahan di tiga rumah saja.

Informasi yang dikumpulkan Datiak.com di dua nagari tersebut, sejumlah pemilik lahan mulai mengungkapkan keraguannya. Sebab, proses administrasi pembebasan lahannya sudah selesai, tetap ganti rugi tak kunjung ada kejelasan.

Mereka ragu dengan kondisi keuangan negara. Sehingga, mereka bahkan menilai bahwa penangguhan pembangunan tol Padang-Pekanbaru Seksi Pangkalan-Payakumbuh-Sicincin, hanya pengalihan isu yang diciptakan pemerintah. Padahal, menurut mereka bisa saja memang uang ganti ruginya yang sudah tidak ada.

“Sekarang ada-ada saja isu yang dibuat. Padahal tanah kami sudah kami serahkan. Kami tentu sangat sakit hati dengan munculnya isu ini. Sebab, kami merasa dukungan atau kesediaan menyerahkan lahan untuk pembangunan tol itu sia-sia,” ungkap salah seorang pemilik lahan tol di Padangpariaman yang tinggal di Nagari Lubukalung.

BACA JUGA:  Pendapatan Negara di Sumbar Capai Rp 4,08 Triliun

“Harusnya, pemerintah itu mempercepat pembayarn ganti rugi lahan. Kalau isu yang diperbesar, kami masyarakat ini bisa bosan menunggu hak kami. Bisa saja lahan kami kembali kami gunakan untuk berladang atau berkebun,” tambah pria yang menolak dituliskan namanya tersebut.

Ia mengambil contoh pada kejadian pembangunan jalan lingkar Duku-Sicincin. Pasalnya, ketidakjelasan pembangunan jalan tersebut, membuat sejumlah pemilik lahan kembali berladang atau bekebun, bahkan membuat sawah di lahan yang akan dijadikan Jalan Lingkar Duku-Sicincin itu. 

Padahal, katanya lahan tersebut sudah sejak lama dibebaskankan oleh pemerintah. “Apa pemerintah memang maunya begitu? Kalau memang pemerintah serius bangun tol di Sumbar, tolong percepat saja kerjanya, seperti pembayarab ganti rugi ini. Jangan putar-putar kebijakan yang membuat masyarakat ragu,” cetusnya.

Progres Pembebasan Lahan Tol di Padangpariaman

Di sisi lain, Wali Nagari Lubukalung, Hilman mengakui, warganya yang sudah menyelesaikan proses pembebasan lahan, satupun memang belum ada yang menerima ganti rugi. Pihaknya juga belum mendapat informasi kapan pembayaran dilakukan. “Satupun belum ada (pembayaran ganti rugi lahan yang sudah dibebaskan, Red). Entah masih ada uangnya, entah tidak,” cetus Hilma sembari mengaku bingung saat dihubungi ke nomor handphone pribadinya, kemarin.

Hilman menjelaskan bahwa sekitar 98 bidang lahan yang telah bebas di Lubukalung. Proses administrasinya pun sudah rampung. Sedangkan total lahan yang bakal terpakai untuk tol yang melintasi Lubukalung sekitar 120 bidang. “Jadi bisa dikatakan sudah sekitar 80 persen progres pembebasan lahan di nagari kita,” kata Hilman.

Hilman memastikan, lahan yang kini masih dalam proses tidak akan ada kendala berat. Artinya, seluruh lahan yang sudah masuk peta jalur tol Padang-Pekanbaru yang melintas di Lubukalung, pasti selesai pembebasannya. “Sekarang kuncinya pembayaran ganti rugi lahan. Masyarakat tidak ada yang masalah soal pembebasan,” kata Hilman.

Sedangkan Pj Wali Nagari Sicincin, Rosnita, juga mengatakan bahwa pembebasan lahan tol di Padangpariaman, khususnya di Nagari Sicincin berlangsung lancar. Bahkan sudah mencapai lebih dari 75 persen. Sekarang, hanya tinggal satu lokasi dalam proses pembebasan, yakni di Bari Sicincin. “Sekarang yang sudah dibebaskan lahannya itu tinggal menunggu pembayarannya saja,” ungkap Rosnita.

Hal serupa dikatakan Camat 2×11 Enamlingkung, Syafrion. Bahkan, ia menilai pembebasan lahan tol di Padangpariaman yang berada di wilayah kecamatannya, sudah bisa dikatakan 100 persen. “Sebab hanya tinggal 3 rumah yang kini dalam pembebasan di Nagari Sicincin,” ungkap Syafrion.

Soal ganti rugi lahan tol di Padangpariaman, menurutnya tidak lagi menjadi wewenang Pemkab Padangpariaman. Sebab tugas yang diberikan kepada pemkab hanya memfasilitasi pembebasan lahan. Sedangkan soal ganti kerugian lahan tol di Padangpariaman, katanya bukan lagi tugas Pemkab Padangpariaman.

“Kalau sudah 100 persen pembebasan lahannya, berarti tugas kami (Pemkab Padangpariaman, Red) sudah selesai. Nanti saya kabarkan kalau sudah ada informasi pembayaran ganti rugi lahan di Padangpariaman, khususnya untuk pemilik lahan di Kecamatan 2×11 Enamlingkung,” tukas Syafrion.

Sebelumnya, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur juga menegaskan bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan pada pembebasan lahan tol di Padangpariaman. Artinya, pemkab siap memfasilitasi menyukseskan pembebasan lahan tol di sana.

“Sejauh ini tidak ada permasalahan pembebasan lahan tol di Padangpariaman. Sebab, masyarakat kita sangat mendukung pembangunan jalan nasional ini. Sekarang, warga yang lahannya sudah bebas memang masih menunggu pembayaran ganti rugi lahannya,” ucap Suhatri Bur. (da.)


Catatan: Judul berita sebelumnya telah ada kesalahan penulisan, yaitu “Landang” yang seharusnya “Ladang”. Mohon maaf atas ketidaknyamanan pembaca. 


Temukan berita Padangpariaman hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan