Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kototinggi Dinobatkan sebagai Nagari Peduli HKSR di Sumbar

  • Bagikan
Pemberian penghargaan Nagari Peduli HKSR dilaksanakan secara virtual oleh LP2M Padang, Selasa (28/7). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Nagari Kototinggi di Kecamatan Enamlingkung, Kabupaten Padangpariaman dinobatkan sebagai Nagari Peduli HKSR (Hak Kesahatan Seksual Reproduksi). Sebab, programnya dinilai mampu mengakomodir HKSR perempuan dan anak. Pengharagaan itu diberikan Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Padang via virtual, Selasa (28/7).

Untuk mendapatkan penghargaan itu, Nagari Kototinggi bersaing dengan tiga nagari dan satu kelurahan. Yakni Aiatajun dari Padangpariaman, Nagari Tanjuangbonai dan Lubukjantan dari Tanahdatar, dan Kelurahan Batugadang dari Kota Padang.

Artinya, sebelum mendapatkan penghargaan, wali nagari ataupun lurah diminta menjelaskan program kerjanya yang menyentuh HKSR perempuan dan anak. Pemaparan itupun dinilai oleh Direktur Eksekutif LP2M Padang, Ramadhaniati, Dinas Kesehatan Sumbar, Dinas PPPA Sumbar, dan relawan PKBI.

Wali Nagari Kototinggi, Hendri sangat berterima kasih setelah Kototinggi dinobatkan sebagai nagari peduli HKSR. Katanya, semua itu terwujud berkat dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat di nagarinya. Selain itu juga bimbingan dari LP2M dan instansi terkait di Padangpariaman ataupun Sumbar.

“Kita sudah banyak membuat program kemasyakatan. Salah satunya sekolah lansia (lanjut usia). Mereka diajarkan pidato di hadapan orang banyak, membaca, menulis, dan belajar mengenai kemasyarakan,” ujar Hendri.

Hendri juga mengatakan, program yang digagas di nagarinya juga berhasil mewujudkan ketenteraman rumah tangga di masyarakatnya. Buktinya, sejak 5 tahun terakhir, tidak pernah terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di sana. “Di kantor nagari kita ada posko pengaduan KDRT. Yang melapor kita rahasikan identitasnya,” ujarnya.

Inovasi LP2M

Sedangkan Ramadhaniati mengatakan, sejak 2015 LP2M telah menjalankan program advokasi HKSR, melalui peningkatan kepemimpinan perempuan Akar Rumput di tiga daerah. Yakni di Padang, Padangpariaman, dan Tanahdatar.

“Program tersebut ditujukan untuk pendidikan dan penyadaran kritis terkait HKSR, dengan melibatkan pihak yang berpengaruh kuat terhadap HKSR perempuan dan anak. Yakni suami/ayah, tokoh agama, adat, lembaga layanan kesehatan dan pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, imbuhnya, Hari Anak Nasional yang diperingati setiap bulan Juli, menjadi momen tepat LP2M mempromosikan pentingnya pendidikan HKSR. “Juli 2020 ini, program advokasi HKSR kami lakukan di tiga kabupaten/kota tersebut juga akan berakhir,” ungkapnya.

Tahun 2018, katanya LP2M memberi award tingkat provinsi kepada keluarga peduli HKSR perempuan dan anak. Tujuannya untuk memotivasi dan menginspirasi Forum Multi Stakeholders (FMS) agar peduli dalam pemenuhan HKSR di nagari/kelurahan.

“Di tahun terakhir program ini, tidak hanya keluarga peduli HKSR yang semakin banyak, tetapi juga lahir nagari/kelurahan peduli HKSR. Makanya kami berinisiatif memberi award nagari/kelurahan peduli HKSR tingkat Sumbar,” ulasnya. (da.)

BACA JUGA:  Terkonfirmasi Positif Corona Bertambah 5 Orang di Mentawai
  • Bagikan