Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

KM Kasih Sayang Tertangkap di Mentawai, Terancam Hukuman Berat

  • Bagikan
Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Mu'at memperlihatkan barang bukti yang ditemukan petugasnya saat memeriksa KM Kasih Sayang. (Foto: Sabarial/ Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – KM Kasih Sayang ditangkap Polair Polres Kepulauan Mentawai, saat beraktivitas di perairan Pulau Ruamata, Kecamatan Sipora Selatan, Kamis (4/2). Pasalnya, kapal nelayan itu diduga telah melakukan pelanggaran dalam menangkap ikan.

Dugaan polisi tersebut berdasarkan sejumlah alat bukti yang ditemukan di dalam kapal ketika ditangkap. Yakni berupa sisa mesiu dalam botol kerukuran 150 ml, 39 buah botol, 68 buah hio untuk alat pembakar, 2 drum kapasitas 220 liter dalam keadaan kosong, dan 1 unit mesin kompresor beserta selang dengan panjang sekitar 50 meter.

Bukti lainnya yang diamankan petugas yaitu 3 dakor selam, 3 fiber ikan berkapasitas satu ton, 1 fiber ikan berkapasitas 300 kilogram, hasil tangkapan ikan jenis jumbo biru sekitar 1,5 ton, 3 kaca mata renang, lalu 4 jaring penangkap ikan.

BACA JUGA:  Pencuri Motor di Bukittinggi Ditembak saat Melarikan Diri

Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Mu’at membenarkan penangkapan tesebut. Katanya, kapal nelayan dengan nama KM Kasih Sayang, diamankan sekitar pukul 12:30 WIB. Di dalamnya sebanyak 7 orang. Yakni 1 orang nahkoda dan 6 orang Anak Buah Kapal (ABK).

“Awalnya, petugas kita di Polair sedang melakukan patroli. Curiga melihat kapal yang beraktivitas di perairan Pulau Ruamata, petugas pun melakukan pengecekan,” ungkap AKBP Mu’at, Sabtu (6/2).

Ternyata, imbuhnya, kecurigaan petugas tersebut, berujung dugaan kuat bahwa kapal nelayan itu menggunakan bahan kimia atau peledak untuk menangkap ikan. Dan tindakan itu, melanggar aturan yang berlaku.

“Tersangka diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak berupa potasium dan mesiu, dengan cara memasukkannya ke dalam botol, lalu dibakar dan dibuang ke laut,” hematnya.

BACA JUGA:  Kombes Pol Stefanus Satake: Itu Tidak Benar Beritanya

Sekarang, pihaknya sudah mengamankan KM Kasih Sayang. Sedangkan para awak kapal dan barang bukti hasil penangkapan, dalam pemeriksaan Satreskrim Polres Kepulauan Mentawai. Selain itu, petugasnya di Satreskrim juga meminta keterangan kepada para saksi.

Jika terbukti melanggar hukum, lanjut AKBP Mu’at, para tersangka terancam dikenai sanksi sesuai ketentuan Undang Undang Nomor 45 Tahun 2009 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Seperti dijelaskan dalam Pasal 84 Ayat (2) UU tersebut, nahkoda atau pemimpin kapal perikanan, ahli penangkapan ikan dan anak buah kapal dengan sengaja menggunakan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak dan membahayakan kelestarian sumber daya ikan atau lingkungannya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 Ayat (2), dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1,2 miliar. (da.)

  • Bagikan