Klaster Pondok Pesantren Muncul di Tanahdatar

  • Bagikan
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanahdatar, Roza Mardiah, menjelaskan terkait munculnya klaster pondok pesantren di Tanahdatar, kemarin. (Foto: Istimewa)

Tanahdatar | Datiak.com – Klaster baru bermunculan di Tanahdatar. Mulai dari klaster kesehatan hingga klaster pondok pesantren. Akibatnya, kasus positif Covid-19 kembali meroket. Tidak sampai disitu, beberapa tempat pelayanan kesehatan terpaksa ditutup sementara.

Setidaknya, sepanjang Jumat (6/11) tercatat 28 orang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Sebagian besar didominasi kasus pelajar di sebuah pondok pesantren (ponpes) di kawasan X Koto. Satu lainnya meninggal dunia. Kabar baiknya, kemarin juga dilaporkan angka kesembuhan yang cukup tinggi di sana, yakni sebanyak 25 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanahdatar, Roza Mardiah, mengatakan bahwa tingginya angka positif terpapar Covid-19 serta munculnya klaster baru. Hal itu menurutnya karena masyarakat yang kurang disiplin terhadap pencegahan penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:  Aturan Penundaan TPP ASN Pemko Padang bakal Dievaluasi

Rasa tidak percaya menjadi salah satu pemicu penyebaran Covid-19 semakin merebak di Luhak Nan Tuo. “Padahal berbagai usaha telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi hal ini, mulai sosialisasi hingga penindakan, pemberian sanksi seperti yang diatur oleh Perda hingga Perbup. Namun, kesadaran warga kita karena rasa tidak percaya masih menjadi pemicu kasus ini terus naik,” terang Roza.

Di Tanahdatar sendiri sebut Roza, beberapa klaster baru bermunculan. Seperti klaster Puskesmas, klaster pondok pesantren, klaster di beberapa kecamatan yang sebelumnya masih tidak terimbas, hingha klaster keramaian.

“Kurangnya kesadaran itu imbasnya tidak kita sendiri tetapi juga orang lain. Seperti kluster puskesmas. Sudah beberapa Puskesmas sejak beberapa hari terakhir terpaksa ditutup pelayanannya karena perawat yang ada juga terpapar,” sebut Roza.

BACA JUGA:  Mulyadi jadi Rajo Kuaso Kaum Koto Piliang

Beberapa puskesmas yang ditutup saat ini. Seperti puskesmas di Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, dan Puskesmas di Kecamatan X Koto. Sebelumnya hampir seluruh Puskesmas yang ada sudah pernah ditutup dan sekarang beroperasi kembali. Seperti Puskesmas Lintau Buo, Puskesmas Singgalang, Batipuh, dan hampir seluruh kecamatan di Tanahdatar.

Mengaku Geram

Terkait klaster Pondok Pesantren, Roza sedikit geram. Padahal pihaknya telah merekomendasikan kepada dinas terkait, agar melarang sementara waktu menghentikan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka.

“Rasanya sudah semua usaha kita lakukan, sosialisasi yang tidak henti-hentinya, pemberian rekomendasi, mengurangi keramaian. Namun, kenyatannya seperti itu. Masih ada pembuatan keramaian seperti pesta, dan kegiatan keramaian. Kini kita kembalikan lagi kepada masyarakatnya,” sebut Roza.

BACA JUGA:  Ketua PP SNNU Dikabarkan jadi Menteri Investasi, Rodi: Sangat Cocok

Roza menjelaskan, jika tidak bersama-sama, persoalan ini tidak akan berhenti dengan sendirinya. “Oleh karena itu butuh pemahaman yang sama antara masyarakat dan pemerintah. Tidak bisa satu pihak saja, karena ini untuk masyarakat juga,” tuturnya.

Kasus penambahan Covid-19 sendiri melonjak tajam pada Jumat (6/11). Sebelumnya, jikapun ada penambahan masih berkisar satu hingga delapan kasus. ”Penambahan kasus konfirmasi hari ini kembali melonjak, 28 orang terpapar Covid-19, sementara pasien sembuh bertambah 25 orang,” tutur Roza.

Roza juga sampaikan satu orang dilaporkan meninggal dunia. “Marilah kita tetap mematuhi protokol kesehatan, tetap disiplin memakai masker saat beraktifitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak,” ingat Roza. (da.)

  • Bagikan