Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Klaster Perkantoran di Mentawai Semakin Mengkhawatirkan

  • Bagikan
Aktivitas Setdakab Kepulauan Mentawai dihentikan pasca dinyatakannya tiga staf di sana terpapar Covid-19. Keputusan itu diambil untuk mencegah meluasnya penyebaran virus pada klaster perkantoran di Mentawai. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Penyebaran Covid-19 klaster perkantoran di Mentawai semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, tiga orang staf yang bertugas di bagian administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kepulauan Mentawai, dilaporkan positif terpapar Covid-19, Selasa (29/9).

Seperti diketahui, seluruh jajaran di Setdakab Kepulauan Mentawai memang mengikuti pengambilan sampel swab, Jumat (25/9). Hasil tes di Laboratorium Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, dinyatakan tiga orang positif terinfeksi virus corona tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, mengatakan bahwa pasien terkonfirmasi tersebut adalah perempuan. Usai dinyatakan positif, mereka langsung menjalani cek kesehatan dan diisolasi di RSUD Tuapejat.

“Sekarang total positif Covid-19 di Kepulauan Mentawai berjumlah 41 orang. Kita sangat beruntung karena 29 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Jadi, tinggal 11 orang pasien yang kini menjalani perawatan atau isolasi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Potensi Politisasi Bantuan Sosial di Tahun Pilkada

Terus bertambahnya staf atau pegawai perkantoran yang terpapar, katanya Pemkab Kepulauan Mentawai langsung mengambil sikap serius guna antisipasi penyebaran. Salah satunya dengan menghentikan seluruh aktivitas di lingkungan Setdakab Kepulauan Mentawai.

“Aktivitas di sekretariat daerah akan kembali dibuka 2 Oktober 2020. Sebab, kita akan melakukan sterilisasi terlebih dahulu untuk mencegah berkembangnya virus itu di secretariat,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mulai Rabu (30/9) juga akan melakukan penelusuran riwayat kontak ketiga pasien terpapar itu. Lalu, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Setdakab juga diwajibkan mengikuti pengambilan sampel swab-nya.

“Kita harus akhiri penyebaran virus pada klaster perkantoran di Mentawai, dengan berbagai upaya maksimal,” ujar Lahmuddin.

BACA JUGA:  Visi Padangpariaman Religius, PKS Minta Riil Programnya

Lahmuddin kembali mengingatkan seluruh pihak dan masyarakat, agar terus waspada terhadap Covid-19. Yakni dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker. Terlebih ketika beraktivitas di luar rumah dan keramaian.

“Kami tidak akan pernah bosan untuk meminta agar kita serius mengantisipasi virus ini. Ikuti protokol kesehatan dan jaga pola hidup bersih. Sehingga, penyebaran Covid-19 secara lokal tidak kian meluas,” pesan Lahmuddin. (da.)

  • Bagikan