Ketua KPU Padangpariaman Paparkan Esensi Menyalurkan Hak Pilih

  • Bagikan
Ketua KPU Padangpariaman, Zulnaidi, dalam sambutannya sebelum membuka sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, serta Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman, kepada organisasi masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), pemerintah dan pers di Padangpariaman, Minggu pagi (22/11). (Foto: Datiak.com)

Padangpariaman | Datiak.com – Ketua KPU Padangpariaman, Zulnaidi mengatakan, memilih kepala daerah hak masyarakat yang harus dilaksanakan pada Pilkada 9 Desember 2020. Meskipun calon kepala daerah yang muncul kurang diminati, masyarakat mestinya tetap memilih. Sebab, esensi pemilihan adalah untuk keberlangsungan roda pemerintahan. Artinya, partisipasi masyarakat penentu siapa calon yang tepat dalam menggerakkan roda pemerintahan ke depannya.

“Jadi, memilih itu bukan soal suka atau tidak suka. Tapi soal bagaimana kita menentukan yang terbaik untuk daerah ke depannya,” ujar Ketua KPU Padangpariaman, Zulnaidi, dalam sambutannya sebelum membuka sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, serta Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman, kepada organisasi masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), pemerintah dan pers di Padangpariaman, Minggu pagi (22/11).

Menurut Zulnaidi, para calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman yang muncul, harus dipilih oleh masyarakat. Meskipun mereka tidak suka dengan pilihan yang ada karena terbatasnya alternatif calon.

BACA JUGA:  Oknum ASN asal Pekanbaru Ditangkap di Padangpariaman

“Kita harus mempelajari setiap calon yang kini ada. Insya Allah, kita bisa menentukan pasangan terbaik untuk kemajuan daerah kita. Kalau kita tidak acuh terlebih tidak menyalurkan hak pilih, kita akan merugi dan menyimpan penyesalan hingga lima tahun ke depan,” hemat Zulnaidi.

Zulnaidi pun berharap, peserta yang hadir dalam sosialisasi bisa menjelaskan esensi memilih tersebut kepada masyarakat. Contohnya OKP yang memiliki banyak massa, diharapkannya mampu menjadi ujung tombak sosialisasi.

“Teman-teman atau adik-adik di OKP mungkin bisa mendukung kita sosialisasi di media sosial. Sebab, media sosial terbilang berpengaruh dalam mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya. Begitupun rekan-rekan pers dan ormas,” cermatnya.

“Makanya, kita di KPU juga memaksimalkan pemanfaatan media sosial untuk sosialisasi, karena kita menyadari dampaknya yang cukup besar menarik pemilih menyalurkan hak pilihnya. Khususnya pemilih muda yang menjadi mayoritas pemilih saat ini,” imbuh Ketua KPU yang dekat disapa Edi tersebut.

BACA JUGA:  Kupas Cara Dorong Eksistensi Pemuda Sukseskan Pilkada
Memilih Sosialisasi Tatap Muka

KPU Padangpariaman sebenarnya memiliki banyak opsi untuk mengadakan sosialisasi tersebut. Namun, sosialisasi tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan, dipilih karena dinilai lebih maksimal dalam penyampaian informasi kepada masyarakat nantinya.

Untuk itu, Zulnaidi berharap, semakin kuatnya silaturahmi dalam sosialisasi tatap muka tersebut, mendorong para pesertanya untuk berpartisipasi aktif memberikan informasi di masyarakat nantinya. Sebab, meningkatkan partisipasi pemilih adalah tanggung jawab seluruh pihak yang memahami pentingnya menyalurkan hak pilih.

“Satu hak suara sangat menentukan masa depan pemerintahan di daerah kita. Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk menyalurkan haknya, sehingga Sumbar khususnya Padangpariaman sesuai harapan masyarakat ke depan,” pungkas Zulnaidi. (da.)

  • Bagikan