Iklan Melayang
Iklan Melayang

Kepemimpinan Ali Mukhni dalam Catatan Saya

  • Bagikan
Ali Mukhni saat memberikan arahan kepada Anton Wira Tanjung. Rutinitas Anton sebagai Kabag Humas dan Protokol Setdakab Padangpariaman selama 13 bulan, melahirkan catatan sederhana tentang kepemimpinan Ali Mukhni. (Foto: Humas)
banner 468x60

Kepemimpinan Ali Mukhni sebagai Bupati Padangpariaman selama dua periode, tentunya banyak meninggalkan kenangan dan catatan yang perlu ditelaah. Bukan saja secara kasat mata, tetapi juga dilihat secara utuh dari berbagai dimensi kehidupan. Seperti kata pepatah, tidak ada manusia yang sempurna. Peribahasa ini tentunya memiliki makna yang luas jika ditelaah secara mendalam.

Artinya, jika banyak kalangan yang tidak puas dengan kepemimpinan Ali Mukhni selama 10 tahun terakhir, pasti banyak pula yang mengapresiasi langkah dan strategi pembangunan yang dilaksanakan Ali Mukhni dalam 2 periode kepemimpinannya. Jadi, soal puas atau tidak puas bukan kewenangannya dalam memimpin.

banner 336x280

Hal terpenting yang harus kita ketahui, Ali Mukhni mewujudkan visinya dalam membangun Padangpariaman, pasca diporak-porandakan oleh gempa bumi 30 September 2009. Visinya itu telah terlihat, bahkan kita rasakan saat ini. Buktinya, pertumbuhan ekonomi Padangpariaman tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

Sama-sama kita ketahui, pertumbuhan ekonomi merupakan titik makro yang menandakan permbangunan berada di rel yang seharusnya. Hal itulah yang penulis rasakan selama 13 bulan mendampingi beliau memimpin Padangpariaman.

Penulis termotivasi menjadikannya sebuah catatan sederhana, untuk memberikan sedikit gambaran yang penulis lihat serta pahami, bagaimana betul kepemimpinan Ali Mukhni dalam membangun daerah selama sepuluh tahun belakang. Berikut poin-poinnya penulis uraikan seingat penulis saja:

1. Nyali

Penulis sering mendengan Ali Mukhni mengatakan “Jika tidak punya nyali jangan menjadi pemimpin”. Ucapan itu memang ia buktikan pada dirinya. Terlihat jelas dobrakan yang dilakukannya dalam menyusuri peluang-peluang merebut proyek strategis provinsi hingga nasional, untuk direalisasikan di Padangpariaman.

Sangat banyak hambatan yang beliau hadapi. Tapi, keyakinan tak pernah membuatnya menyerah, apalagi sampai patah arang. Prinsipnya, “Jika tidak korupsi dan penyalahgunaan wewenang”, segala program pembangunan harus tetap dilanjutkan. Sebab, rujukannya hanya satu, yaitu kebutuhan masyarakat banyak.

Soal nyali ini, penulis beberapa kali menyaksikan langsung Ali Mukhni melobi para menteri. Yang paling melekat di benak penulis, beliau penah bersabar sepenuh hati di ruang tamu salah seorang menteri, menunggu hingga 15 jam. Ia lakukan itu untuk meyakinkan keseriusannya kepada menteri.

Sampai-sampai, petugas kebersihan di kantor kementerian tersebut dibuat bingung. Namun, kegigihan dan keteguhan hati Ali Mukhni tersebut berbuah manis. Pasalnya, menteri yang mengetahuinya memutuskan untuk mengalokasikan anggaran pembangunan yang diusulkan Ali Mukhni kala itu.

2. Jangan Ragu-ragu

Peribahasa “anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu” sangat cocok untuk seorang Ali Mukhni. Dapat dilihat dari banyaknya tantangan beliau mengaplikasikan visinya membangun Padangpariaman. Mulai dari demonstrasi, bahkan gugatan dan laporan ke aparat hukum. Hal itu tidak sedikitpun membuatnya ragu-ragu dalam bekerja.

Terbukti, sampai saat ini tidak ada permasalahan yang berarti yang diprotes bahkan digugat ke jalur hukum tersebut. Sebaliknya, semua yang ia lakukan itu, malah ramai apresiasi dari berbagai pihak. Termasuk pihak-pihak yang sebelumnya menentang.

3. Pendidikan yang Utama

Dalam setiap periode kepemimpinannya, Ali Mukhni selalu memprioritaskan pembangunan pendidikan. Hal itu terpampang nyata dengan adanya MAN Insan Cendekia Padangpariaman di Sintuk Toboh Gadang, lalu Politeknik Pelayaran Sumbar di Tiram. Keduanya sama-sama bertaraf internasiol yang menerima peserta didik skala nasional. Yang paling fenomenalnya yaitu Tarok City di 2×11 Kayutanam.

Namun, hal yang paling menarik bagi penulis, Ali Mukhni tidak saja memotivasi kemajuan pendidikan daerahnya dengan pembenahan dan pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga dengan sejumlah nasehat. Tidak saja kepada para staf di sekelilingnya, Ali Mukhni rajin memberikan nasehat kepada sopir, ajudan, dan penjaga rumah. Bahkan, penulis sendiri pernah termotivasi oleh beliau untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktorat atau Strata 3 (S3).

Bukti nyata lain kepedulian Ali Mukhni terhadap pendidikan, penulis saksikan ketika Kepala Cabang Bank Nagari bertanya kepada beliau soal pengalokasian dana CSR Bank Nagari. Secara spontan, Ali Mukhni menyarankan untuk beasiswa para mahasiswa Padangpariaman yang berprestasi. Artinya, Ali Mukhni tidak saja fokus memajukan fisik, tetapi juga mendalam memikirkan masa depan sumber daya manusia di Padangpariaman.

4. Religius

Religius tidak sekadar tertulis dalam visi-misi Ali Mukhni. Jika penulis uraikan seluruh tindakan dan kebijakannya untuk kemajuan bidang agama, rasanya sangatlah panjang. Mulai dari memotivasi lahir para hafiz, memacu masyarakat untuk khatam Al Quran, membenahi dan membangun tempat ibadah, mendengarkan segala aspirasi ulama, dan banyak lagi.

Secara pribadi, penulis yang merupakan ASN yang sering berinteraksi dengan beliau hingga dini hari, sangat sering mendengar ajakan beliau untuk selalu bersedekah. Dalam setiap ajakannya itu, beliau pasti memulainya terlebih dahulu. Lalu, ia tidak bosan-bosannya mengingatkan jajarannya setiap kali usai ibadah bersama untuk selalu mendoakan kedua orangtua.

Di akhir catatan ini, penulis menyimpulkan betapa banyaknya pelajaran berharga dari Ali Mukhni selama memimpin Padangpariaman. Dalam memimpin, beliau bersikap selayaknya orangtua atau kakak untuk menasehati dan memotivasi jajaran dan orang-orang di sekitarnya.

Semoga kepemimpinan dan perjuangan beliau menjadi pahala dan ladang amal jariyah kelak. Penulis mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan dan motivasi serta nasehat yang beliau berikan, selama penulis mengiringi langkah beliau sejak 13 bulan belakang. (*)

Artikel opini ini ditulis oleh Anton Wira Tanjung (Kabag Humas dan Protokol Setdakab Padangpariaman)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan