Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kekerasan Terhadap Anak di Padangpariaman Harus Dicegah

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, saat memberikan arahan kepada Kepala Dinsos P3A Padangpariaman, Syafriwal, agar kekerasan terhadap anak di Padangpariaman harus dicegah. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Kekerasan terhadap anak di Padangpariaman harus dicegah. Terlebih kekerasan seksual atau pencabulan. Hal itu disampaikan oleh Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, ketika menerima laporan Dinas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Dinsos P3A) Padangpariaman, beberapa waktu lalu.

Suhatri Bur pun meminta Kepala Dinsos P3A Padangpariaman, Syafriwal dan jajaran, agar memaksimalkan pencegahan dan penanganan anak-anak yang menjadi korban kekerasan. “Saya sudah sampaikan langsung kepada Kepala Dinsos Padangpariaman agar mengoptimalkan Lembaga Layanan Pengaduan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak,” ungkap Suhatri Bur, kemarin (13/3).

Ia menilai bahwa kekerasan terhadap anak sangat rentan terjadi. Untuk mencegah itu, Dinsos P3A Padangpariaman harus memaksimalkan sosialisasi perlindungan anak. “Banyak hal-hal yang masuk dalam bentuk kekerasan terhadap anak. Ini harus dipahami oleh masyarakat agar tidak berujung ke ranah hukum,” hemat Suhatri Bur.

BACA JUGA:  Undur Pembelajaran Tatap Muka, Para Guru Diminta Pulang

Sedangkan kekerasan terhadap anak sampai pada tindakan pencabulan, menurutnya juga harus dicegah semaksimal mungkin dengan program-program sosialisasi ataupun edukasi. Hal itu tidak saja menjadi tugas Dinsos P3A, tetapi instansi terkait lainnya di Padangpariaman.

“Sekolah-sekolah harus juga berperan aktif dalam hal ini. Ajarkan anak-anak didik kita cara melindungi diri dari ancaman predator seksual,” saran Suhatri Bur.

Salah satu bentuk edukasinya, menurut Suhatri Bur yaitu dengan mengarahkan anak-anak pada kegiatan positif. Misalnya kegiatan keagamaan. Khusus bagi anak-anak perempuan, dibiasakan untuk berpakaian yang sopan.

“Peran orangtua juga sangat penting untuk mencegah anak-anaknya agar tidak menarik perhatian orang-orang berpikiran ‘kumuh’,” ajak Suhatri Bur.

Suhatri Bur memastikan bahwa dirinya bakal mendukung penuh upaya untuk mencegah dan menekan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Padangpariaman. Sebab, visinya memang menjadikan Padangpariaman religius dan berbudaya.

BACA JUGA:  Pembangunan Ekonomi Padangpariaman Prioritas

“Visi religius dan berbudaya kita ini akan kita sinkronkan dengan program-program yang dapat mengedukasi generasi muda,” pungkas bupati yang akrab disapa Aciak tersebut.

Perkembangan Kasus Anak

Data yang dihimpun Datiak.com, dalam dua tahun terakhir, yang menyangkut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, tercatat 31 laporan kasus ke Polres Padangpariaman. Sebanyak 17 kasus di antaranya telah selesai ditangani pihak kepolisian. Sedangkan di tahun 2020, jumlah laporan yang masuk yaitu sebanyak 28 kasus, yang keseluruhannya berhasil diselesaikan. (da.)

  • Bagikan