Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kejati Ungkap Tujuh Nama Buronan Kasus Korupsi di Sumbar

  • Bagikan
Kepala Kejati Sumbar Amran mengungkapkan saat merilis tujuh nama buronan kasus korupsi di lima daerah di Sumbar. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar mengungkap tujuh nama dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan. Ketujuh orang itu berasal dari berbagai daerah di Sumbar. Yakni Solok, Mentawai, Sijunjung, Padangpariaman dan Pasaman.

Kepala Kejati Sumbar Amran menjelaskan, ketujuh buronan tersebut terlibat tindak pidana korupsi dalam rentang waktu antara tahun 2017 hingga 2019.

“Mereka (tujuh buronan, Red) ini sudah terbukti bersalah dan sudah ada berkekuatan hukum tetap di Mahkamah Agung,” ungkap Amran saat jumpa pers peringatan Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-60, di Kantor Kejati Sumbar, Rabu (22/7).

Katanya, tujuh buronan kasus korupsi itu berasal dari lima daerah di Sumbar. Yakni dari Solok dan Mentawai masing-masing dua kasus, lalu Sijunjung, Padangpariaman dan Pasaman masing-masingnya tercatat satu kasus korupsi yang terpidananya buron.

“Semoga tim kami secepatnya menemukan mereka (buronan korupsi, Red). Mohon doa dari rekan-rekan sekalian,” ucapnya.

Sedangkan Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar, M Fatria, mengatakan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan aparat kepolisian mencari ketujuh buronan tersebut. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan bidang intelijen Kejaksaan Agung.

“Tidak akan ada tempat untuk buronan di Indonesia. Jadi, kami minta sebaiknya mereka menyerahkan diri saja,” tegas Fatria. (da.)

Berikut Tujuh Nama DPO atau Buronan Kasus Korupsi yang Dirilis Kejati Sumbar:
  1. Khuslaini, kasusnya penyelewengan dana revitalisasi pondok pemuda di Selasih, Kabupaten Solok tahun 2013. Putusan Mahkamah Agung pada tanggal 18 Agustus 2016. (ditangani Kejari Solok)
  2. Junaidi, kasus penyelewengan Dana Bina Lingkungan (DBL) dalam rangka mengembangkan usaha tani pada program kawalan pangan di wilayah Solok tahun 2012-2013. Dana yang dikorupsi itu senilai Rp3 miliar. (ditangani Kejari Solok)
  3. Agustinus Tri Siwi Roy, kasus penyalahgunaan keuangan negara dalam proyek pembuatan website Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. (ditangani Kejari Mentawai)
  4. Dodi Bashwardjojo, terjerat kasus serupa dengan Agustinus Tri Siwi Roy. (ditangani Kejari Mentawai)
  5. Zafrul Zamzami, kasus tindak pidana korupsi tentang dugaan penggelapan dana bantuan untuk koperasi sapi. (ditangani Kejari Sijunjung)
  6. Ramli Ramonsari, terlibat tindak pidana korupsi dalam pengerjaan proyek penyediaan air bersih di Kecamatan Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman tahun 2011. (ditangani Kejari Pariaman)
  7. Ali Basyar, kasus pengelolaan dan menggunakan anggaran kantor non belanja pegawai dengan kerugian negara mencapai Rp99 juta lebih. (ditangani Kejari Pasaman)
  • Bagikan