Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kasus Narkoba Meningkat di Dharmasraya, yang Lain Turun

  • Bagikan
Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah (tengah) melihat senjata api rakitan yang diamankan anggotanya saat pengungkapan salah satu kasus narkoba. (Foto: Istimewa)

Dharmasraya | Datiak.com – Tingkat kejahatan di wilayah hukum Polres Dharmasraya menurun sepanjang 2020. Jika tahun 2019 Polres Dharmasraya menangani sebanyak 443 perkara, tahun ini turun menjadi 314 perkara. Hanya kasus narkoba yang mengalami peningkatan.

Pengungkapan kasus narkoba di Dharmasraya tahun 2020, yaitu 30 kasus dengan tersangka 41 orang. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 111,38 gram sabu-sabu, 297,38 gram ganja, dan 3 butir pil ektastasi.

“Ditambah barang bukti dua pucuk senjata api rakitan lengkap dengan amunisinya dari tangan tersangka (kasus narkoba, Red). Seluruh kasus narkotika tahun ini sudah selesai kita proses,” ujar Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah.

Aditya mengakui bahwa kasus penyalahgunaan narkotika di kabupaten yang terletak di perbatasan Sumbar Jambi tersebut, meningkat dibandingkan tahun 2019. “Kalau tahun 2019 lalu, pengungkapan kasus narkotika 28 kasus. Tersangkanya 36 orang, barang bukti yang diamankan pada saat itu 104,61 gram sabu-sabu dan 17,97 gram ganja,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Persatuan Ojek Tuapejat Indah Dukung Kemajuan Wisata Mentawai
Kasus Lain Turun

Menyangkut kasus lainnya di Dharmasraya, terdapat tren penurunan. Contohnya pencurian dengan pemberatan (curat), tahun ini terungkap sebanyak 35 kasus. Sedangkan tahun lalu, jumlah laporan curat di sana sebanyak 65 kasus. “12 kasus curat tahun ini sudah selesai diproses,” kata Aditya.

Sedangkan kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang sempat menjadi kasus paling mendominasi pada 2019 dengan 69 kasus, katanya juga mengalami penurunan di tahun 2020. Totalnya sebanyak 27 kasus. “15 kasus di antaranya sudah selesai diproses,” ucapnya.

Perkara lain yang juga mengalami penurunan di tahun 2020 ini yaitu kejahatan penipuan. Jika tahun 2019 tercatat 19 kasus penipuan, tahun ini turun menjadi 10 kasus. “Jumlah kasus yang juga menurun yaitu pengrusakan hak milik orang lain. Tahun ini ada 6 kasus. Kalau tahun lalu 14 kasus,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Gangguan Konsentrasi, Penyebab dan Solusinya

Selanjutnya tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Ia mengatakan totalnya sebanyak 4 kasus di tahun ini. Sedangkan tahun lalu terdapat 5 kasus. “Kalau tindak pidana penganiayaan berat (anirat) dan pemerkosaan masing-masing sebanyak 1 kasus tahun ini. Seluruhnya sudah selesai diproses,” katanya.

“Untuk jenis tindak kejahatan yang sempat terjadi pada 2019 terjadi sebanyak dua kasus, pada 2020 tercatat nihil,” ujarnya.

Terkait persentase penyelesaian perkara oleh jajarannya pada 2020, terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya hanya sebesar 60 persen menjadi hampir 90 persen. (da.)

  • Bagikan