Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kasus Narkoba di Pariaman Cenderung Meningkat

  • Bagikan
AR yang diduga mengedarkan narkoba kini diamankan beserta barang bukti di Mapolres Pariaman. Tertangkapnya AS, kasus narkoba di Pariaman tercatat menjadi 28 kasus per Oktober 2020 ini. (Foto: Istimewa)

Pariaman | Datiak.com – Tim Satnarkoba Polres Pariaman kembali mengungkap kasus narkoba di Pariaman. Kali ini, seorang pria berinisial AR (51 tahun) diringkus, Rabu sore (30/9). Ia diduga telah mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Kota Pariaman. AR diduga melancarkan aksinya menjual barang haram itu di salah satu rumah rumah kosong, di Desa Naras I, Kecamatan Pariaman Utara.

“Awalnya kita mendapat laporan dari warga di Desa Naras I, bahwa ada yang memanfaatkan salah satu rumah kosong di sana, untuk transaksi narkoba,” ujar Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana, Kamis (1/10).

Menyikapi itu, Satresnarkoba Polres Pariaman langsung menggerakkan timnya menyelidiki kawasan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (30/9) sekitar pukul 16.30 WIB. Di sana, terlihat AR sedang duduk di salah satu warung.

Saat petugas yang menyamar hendak mendekat, ternyata AR menyadari. Ia pun langsung membuang sebuah kotak vitamin ke belakang warung. Namun, petugas melihat gerak-geriknya tersebut. Sehingga, AR langsung disergap dan diminta mengambil kembali kotak yang di buangnya itu.

“Saat dibuka, ternyata di dalam kotak vitamin tersebut ditemukan beberapa plastik klip bening yang berisi sabu,” ungkap AKBP Deny.

Setelah itu, petugas langsung membawa AR dan menggeledah rumah kosong dekat warung tersebut. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah alat bukti berupa bong (alat isap sabu-sabu), dua plastik ukuran sedang berisi sabu-sabu, sepuluh plastik ukuran kecil berisi sabu-sabu, dua mancis modifikasi, dua unit handphone dan uang senilai Rp 860 ribu.

“Sekarang tersangka dan barang sudah kita amankan di Mapolres Pariaman. Kasus ini akan terus kita kembangkan,” ujar Deny.

Atas tindakan tersebut, katanya tersangka AR terancam dijerat Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana berat seumur hidup, paling singkat 5 tahun dan 20 tahun penjara.

Perbandingan Kasus 2019-2020

Bedasarkan data penangkapan kasus narkoba di Pariaman sepanjang 2020, Deny menilai kasus narkoba di wilayah hukumnya itu cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, Oktober 2020 saja, sudah terungkap 28 kasus. Sedangkan 2019 lalu, total kasus narkoba yang terungkap sebanyak 29 kasus.

“Kami akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pariaman. Untuk itu, kami meminta dukungan penuh masyarakat, agar terus melaporkan kegiatan melanggar hukum di sekitarnya, seperti dugaan peredaran narkoba,” pungkas AKBP Deny. (da.)

  • Bagikan