Iklan Melayang
Iklan Melayang

KasatpolPP Padang Siap Dipanggil Bawaslu Sumbar

  • Bagikan
KasatpolPP Padang, Alfiadi mengaku siap apabila dipanggil Bawaslu Sumbar soal dirinya yang dilaporkan terlibat dalam penyewaan gedung yang kini menjadi posko kampanye Mahyeldi-Audy. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padang | Datiak.com – KasatpolPP Padang, Alfiadi, tidak memungkiri soal dirinya terlibat dalam penyewaan gedung di Jalan Ahmad Yani, Kota Padang.  Namun, ia membantah membantu menjadi perantara penyewaan gedung tersebut, untuk kebutuhan posko kampanye Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy.

Pasalnya, imbuh Alfiadi, gedung itu disewa jauh sebelum penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Jadi, ia mau membantu berurusan dengan pemilik gedung, lantaran ia memiliki hubungan dekat dengan ayah Audy Joinaldy.

banner 336x280

“Tidak ada hubungan (dengan posko kampanye Mahyeldi-Audy, Red). Sebab itu (penyewaan gedung, Red) jauh sebelum penetapan (pasangan Cagub dan Cawagub Sumbar, Red),” ujar KasatpolPP Padang, Alfiadi kepada awak media, Senin (30/11).

Sepengetahuannya saat itu, ayah Audy meminta bantuannya menyewakan gedung itu untuk dijadikan laboraturium pembuatan handsanitizer. Laboraturium tersebut katanya dibuat oleh Saudagar Minang Raya (SMR). “Mungkin (ayah Audy meminta tolong kepadanya, Red) karena saat itu lagi masa Covid-19,” hemat Alfiadi.

Kendati demikian, Alfiadi tidak memungkiri bahwa saat penyewaan gedung, tertuang dalam surat perjanjian sewa bahwa gedung juga akan digunakan untuk posko kampanye. Dirinya pun langsung mencoret poin yang menjelaskan soal pemanfaatan gedung sebagai posko tersebut.

“Saya coret (kata-kata pemanfaatan gedung untuk posko kampenye, Red) karena itu bukan urusan saya. Namun, perjalanan ternyata memang tidak untuk laboratorium. Tapi bagi saya itu tidak urusan saya lagi. Saya tidak ada ke sana lagi,” katanya.

Menyangkut dirinya yang kini dilaporkan ke Bawaslu Sumbar oleh salah seorang warga Padang bernama Defrianto Tanius, Alfiadi mengaku siap apabila dipanggil Bawaslu Sumbar. Ia memastikan akan tetap memberikan keterangan yang sama nantinya. Yakni bahwa dirinya hanya membantu karena berhubungan baik dengan ayah Audy, serta tidak tahu gedung itu akan dijadikan posko kampanye.

Seperti diketahui Defrianto Tanius melaporkan Alfiadi ke Bawaslu Sumbar, karena mengetahui Alfiadi mentrasfer uang senilai Rp 150 juta untuk menyewa gedung yang kini digunakan sebagai posko kampanye Mahyeldi-Audy. Uang itu dikirim kepada Muharamsyah yang ternyata sekarang telah meninggal dunia. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan