Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kantor Nagari Harus Pajang Nama Penerima Bantuan Covid-19

  • Bagikan
bupati sijunjung menyerahkan bantuan warga terdampak covid 19
bupati sijunjung menyerahkan bantuan warga terdampak covid 19

Sijunjung | Datiak.com – Pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengguyurkan banyak bantuan untuk warga yang terdampak ekonominya. Mulai dari bantuan berupa sembako, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT). Untuk itu, banyak pihak mendorong agar bantuan disalurkan secara transparan. Salah satunya dengan memajang penerima bantuan di kantor nagari.

Permintaan itu ditujukan untuk mencegah gejolak di masyarakat. Terakhir, informasi yang dihimpun Datiak.com, dorongan transparansi penyaluran BLT disampaikan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus kepada Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Toni Harmanto.

Kali ini, permintaan transparansi penyaluran bantuan warga terdampak Covid-19, disampaikan Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy. Ia sangat setuju apabila daftar nama penerima bantuan diumumkan secara terbuka, di kantor nagari.

“Pengumuman itu bisa dipajang di dinding atau papan pengumuman yang ada di nagari. Saya setuju dengan ide ini agar tidak ada sakwa sangka dan kecemburuan sosial di masyarakat,” tegas Arrival Boy.

Menurutnya, cara itu efektif dalam meminimalisir indikasi kecurangan. Masyarakat pun bisa mengetahui dan memahami siapa saja penerima bantuan. Selain itu, pihak penyelenggara juga mudah melakukan evaluasi.

“Kita tentu tidak ingin jika orang yang membutuhkan malah tidak dapat. Ini bisa berujung polemik nantinya. Apalagi kalau sampai ada yang tidak pantas tapi menerima,” katanya.

Kendati begitu, Arrival Boy tetap menganggap kesalahan penyaluran itu, bukan berarti ada kecurangan. Menurutnya hal itu bisa terjadi karena kesalahan pencatatan. Untuk mencegah hal tersebut, transparansi data penerima solusinya.

Dorongan transparansi data penerima turut disetujui salah seorang anggota DPRD Sijunjung, Sarikal. Sebab, ia melihat tidak seluruh warga terdampak covid-19 yang menerima bantuan tersebut.

Selain itu, dengan adanya pengumuman daftar nama penerima, menurutnya pihak nagari bisa lebih mudah memberikan penjelasan kepada warga yang tidak menerima bantuan. Misalnya, mengatakan bahwa orang yang masuk dalam daftar tersebut adalah warga dengan ekonomi menegah kebawah, seperti yang telah ditetapkan dalam aturan.

“Saya sangat setuju (mengumumkan nama penerima bantuan, Red). Kalau bisa diumumkan di nagari hingga jorong,” harapnya. (da.)

  • Bagikan