Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kampus UNP Ke-8 Segera Dibangun di Kabupaten Pasaman

  • Bagikan
Kampus UNP
Bupati Pasaman, Benny Utama, dan Rektor UNP Prof Ganefri, memperlihatkan naskah kerja sama sinergitas pembangunan kampus UNP di Pasaman yang ditandatanganinya, Sabtu (31/7/2021). (Foto: Humas UNP)

Pasaman | Datiak.com – Rencana pembangunan kampus UNP (Universitas Negeri Padang) di Kabupaten Pasaman tinggal selangkah lagi. Ini setelah dilakukannya penandatanganan naskah kerja sama sinergitas pembangunan kampus UNP oleh Bupati Pasaman, Benny Utama, dan Rektor Universitas Negeri Padang Prof Ganefri, Sabtu (31/7/2021).

“Sebagai Bupati, pak Benny sangat care dengan dunia pendidikan, dan kami di UNP siap mendukung,” ujar Prof Ganefri, usai penandatanganan naskah kerja sama tersebut di Kecamatan Tigo Nagari, atau di wilayah “Segitiga Emas” Pasaman yang berbatasan dengan Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat.

Prof Ganefri memastikan bahwa pihak UNP siap mendukung keinginan Bupati Pasaman, Benny Utama. Yakni untuk memajukan dunia pendidikan di Pasaman, dan Sumatera Barat secara umum.

BACA JUGA:  Laporan Harta Kekayaan Cabup Tanahdatar dan Wakilnya

Menurutnya, Sumatera Barat adalah daerah yang minim potensi sumber-sumber usaha ekonomi, karenanya potensi sumber daya manusia yang andal di daerah Pasaman, harus dikembangkan dan diangkat melalui jalur pendidikan.

Ia mengungkapkan, indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, walau di masa lima tahun sebelumnya sempat baik, berada di 10 besar Sumatera Barat.

“Sekarang IPM Pasaman di nomor dua terakhir, atau hanya satu tingkat diatas Mentawai,” timpal Wakil Rektor IV UNP, Prof Yasri, yang ikut hadir bersama Wakil Rektor II UNP bidang Aset.

Namun Rektor UNP merasa optimis, di bawah kepemimpinan Benny Utama, Kabupaten Pasaman akan lebih baik, dan UNP siap mendukung kenaikan IPM Pasaman di bidang pendidikan.

BACA JUGA:  Pembelajaran Tatap Muka di Mentawai kembali Dihentikan

Prof Ganefri turut mengungkap rencana perubahan nama dan status UNP menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTBH), dengan kewenangan yang lebih luas, dan memiliki otonomi untuk lebih leluasa bergerak mengembangkan diri.

“UNP saat ini tercatat sebagai universitas terbesar di Pulau Sumatera, dengan jumlah mahasiswa 50.000 orang, memiliki tujuh kampus yang tersebar di Padang, Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, dan Painan,” paparnya.

“Insya Allah, kampus di Pasaman jadi yang kedelapan. Kampus UNP di Pasaman rencananya untuk program studi atau jurusan pendidikan, pertanian dan kepariwisataan,” ungkap Prof Ganefri.

Lokasi Pembangunan Kampus UNP di Pasaman

Sementara itu, Bupati Pasaman Benny Utama menyebut, lokasi pembangunan kampus UNP tersebut yaitu di Kecamatan Tigo Nagari, yang merupakan kawasan “Segi Tiga Emas”, sebuah kawasan strategis yang memiliki potensi besar.

BACA JUGA:  Masih Zona Kuning, Agam Tunda Pembelajaran Tatap Muka

“Ada dua lokasi yang kita tawarkan kepada pak rektor dan pilihannya kita serahkan kepada pihak UNP. Pembangunan infrastruktur jalan ke lokasi kampus nantinya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan masyarakat Pasaman,” ujar bupati. (da.)


Temukan berita Pasaman hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan