Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kader PKK Harus jadi “Ujung Tombak” Sosialisasi di Masyarakat

  • Bagikan
Ketua TP-PKK Sumbar, Nevi Irwan Prayitno, saat memerikan sambutan dalam Bimtek Gerakan PKK tingkat Sumbar, di Hall IKK Padangpariaman, Senin (2/11). Ia mengajak kader PKK menjadi "ujung tombak" sosialisasi di masyarakat. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Keberadaan Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), diyakini bisa memaksimalkan sosialisasi di masyarakat. Sebab, PKK memiliki kader hingga ke tingkat korong. Untuk itu, kader PKK diharapkan selalu meningkatkan kapasitasnya dalam mencapai tujuan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua TP-PKK Sumbar, Nevi Irwan Prayitno, usai menghadiri Bimbingan Teknis Gerakan PKK tingkat Sumbar, di Hall IKK Padangpariaman, Senin (2/11). Salah satu program yang harus diperhatikan PKK Padangpariaman, menurutnya yaitu soal penanganan stunting. Sebab hal itu berkaitan dengan generasi muda Padangpariaman untuk meneruskan jabatan serta memimpin daerah.

“Berikan gizi yang baik untuk anak-anak dan edukasi bagi ibu-ibu hamil untuk permasalahan stunting di Padangpariaman ini. Untuk itu, diharapkan kepada semua pihak agar bisa bersama-sama dalam memperhatikan masalah stunting,” kata Nevi.

BACA JUGA:  Arsip DPRD Kota Solok Dimusnahkan

Baginya, keterlibatan kader PKK bisa memaksimalkan pencegahan meningkatnya angka stunting, karena PKK digerakkan oleh kalangan ibu. Jadi, sudah pasti mereka memahami tentang kebersihan dan kesehatan untuk keluarganya.

“Selain menyangkut gizi, stunting ini mengmyangkut pula pada sanitasi. Jadi, kita harus sosialisasi di masyarakat terkait sanitasi yang layak. Sehingg, masyarakat mampu mewujudkan lingkungan bersih,” hemat istri Gubernur Sumbar yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI tersebut.

Dorongan itu ia sampaikan, lantaran sanitasi buruk banyak menjadi faktor penyebab stunting. Jika merujuk di Padangpariaman, masih banyak sanitasi yang harus dibenahi. “Padangpariaman kan sudah ada Perbup terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Artinya sudah punya modal besar untuk membenahi sanitasi secara maksimal,” pungkas Nevi. (da.)

  • Bagikan