Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kabar Baik untuk Pencinta Bumi Sikerei

  • Bagikan
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kepulauan Mentawai, Joni Anwar, menyampaikan kabar baik soal dibukanya pariwisata di Bumi Sikerei tersebut. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Kabar baik berhembus dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Daerah berjulukan Bumi Sikerei itu, bakal membuka pintu masuk bagi wisatawan. Tepatnya 21 Juni 2020, ketika Mentawai menerapkan new normal.

Kabar baik itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kepulauan Mentawai, Joni Anwar, Minggu (14/6). “Kemarin itu kita masih bergantung dengan Kota Padang. Sebab orang masuk Mentawai pasti lewat Padang,” ujar Joni Anwar.

Katanya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Padang telah selesai pada 12 Juni 2020. Artinya, new normal telah dilaksanakan di Kota Bengkuang itu.

“Kalau Mentawai kan (PSBB-nya, Red) sampai tanggal 20 Juni 2020. Jadi, setelah itu pintu masuk bagi wisatawan ke sini dibuka lagi,” ungkap mantan Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Mentawai tersebut.

Walau demikian, imbuhnya, bukan berarti wisatawan bisa masuk seperti sebelum adanya pandemi corona. Sebab, protokol kesehatan akan tetap diterapkan. Contohnya wisatawan yang datang lewat Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mereka diwajibkan memperlihatkan hasil swab tes.

“Kita sangat bersyukur Pemprov Sumbar memberikan kemudahan bagi tamu yang masuk via bandara. Yakni dengan menyediakan layanan tes swab gratis. Jadi, dominan tamu kita yang memang lewat bandara bisa dimudahkan,” ungkapnya.

Hanya saja, kendala yang mungkin dialami wisatawan yang hendak ke Mentawai, yaitu menunggu hasil tes swab. Untuk itu, pihaknya berharap agar hasil tes itu bisa keluar cepat.

“Maksimalnya, 1×24 jam tamu kita sudah mendapatkan hasil tes swab-nya. Ini mungkin kita upayakan nantinya dengan cara bekerja sama dengan laboratorium Fakultas Kedokteran Unand,” katanya.

Joni Anwar tidak memungkiri bahwa pandemi covid-19 sangat mempengaruhi sektor pariwisata Mentawai. Hal itu tentunya turut berdampak pada ekonomi daerah wisata yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara tersebut.

“Pariwisata sampai saat ini salah satu penyumbang terbesar PAD (Pandapatan Asli Daerah) Kepulauan Mentawai. Jadi, kita tentu sangat berharap new normal bisa membangkitkan kembali gairah wisata kita,” harapnya.

Karantina Lokal

Seperti diketahui, untuk mencegah terdampak pandemi covid-19, Pemkab Kepulauan Mentawai memutuskan melakukan karantina lokal sejak 31 Maret 2020. Kapal yang keluar masuk di daerah kepulauan satu-satunya di Sumbar tersebut, tidak diperbolehkan mengangkut penumpang.

Hal itu juga diberlakukan pada pesawat yang keluar-masuk di Bandara Rokot, Desa Matobek, Kecamatan Sipora Selatan. Sehingga, sejak karantina lokal itu, sarana transportasi yang masuk dan keluar Mentawai hanya diperbolehkan mengangkut barang dan sembako. (da.)

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrim di Sumbar Bisa Picu Gelombang 6 Meter di Laut
  • Bagikan