Kamis, 22 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem di Pessel hingga Akhir 2023

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pessel, Mawardi Roska. (Foto: Pemkab Pessel)
104 pembaca

Pesisir Selatan | Datiak.com – Jumlah penduduk miskin ekstrim di Pessel (Pesisir Selatan) sebanyak 2.170 jiwa per akhir 2023. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pessel, Mawardi Roska, Rabu (24/1/2024).

Mawardi pun mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berperan aktif dalam mengintervensi angka penduduk miskin ekstrem di Pessel tersebut. Salah satu pendekatan yang diusulkan adalah melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara aktif dalam upaya ini.

“Kita perlu membangun kepedulian ASN, karena mereka dapat bersinergi melalui OPD untuk menekan jumlah kemiskinan. Jumlah ASN di Pessel mencapai 7.365, dengan 5.660 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.705 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” ungkap Mawardi.

Lebih lanjut, Mawardi menambahkan, “Dengan simulasi bahwa 1 orang penduduk miskin dikelilingi oleh 5 orang ASN, maka kita memiliki potensi untuk mengatasi masalah ini jika kita benar-benar melibatkan mereka.”

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapedalitbang) Pessel, Hadi Susilo, pada konferensi terpisah, menjelaskan bahwa jumlah penduduk miskin ekstrem di Pessel ditetapkan berdasarkan keputusan bupati dengan mengacu pada indikator-indikator tertentu.

“Indikator-indikator tersebut mencakup kondisi kebutuhan dasar yang belum terpenuhi, kondisi rumah yang layak, akses ke jamban, pendidikan, dan faktor lainnya,” terang Hadi.

Secara keseluruhan, Hadi menyampaikan bahwa persentase angka penduduk miskin ekstrem di Pessel pada tahun 2023 sebesar 0,42 persen, angka yang jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 1,12 persen.

Hal ini mencerminkan upaya Pemkab Pessel dalam menangani masalah kemiskinan dengan berhasil, namun tetap menekankan perlunya kolaborasi aktif dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya ASN, guna mencapai target pengurangan kemiskinan pada akhir tahun 2024. (*)