Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Judi Biliar di Mentawai Menyeret Perangkat Desa dan Honorer

  • Bagikan
Tim Polres Mentawai tampil heroik usai menangkap sembilan terduga perjudian di Desa Sioba. Para terduga judi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka (duduk), bekerja sebagai perangkat desa dan honorer serta petani. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Tim dari Polres Kepulauan Mentawai menggerebek salah satu tempat judi biliar di Mentawai, Sabtu (13/2) sekitar pukul 21.15 WIB. Tepatnya di salah satu warung di Dusun Takkuman, Desa Sioban. Hasilnya, sembilan pria diamankan karena diduga berjudi menggunakan permainan biliar tersebut.

Bahkan, beberapa orang pria tersebut diketahui bekerja sebagai perangkat desa dan honorer sekolah serta dinas di Kepulauan Mentawai. Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Mu’at, yang didampingi Kasatreskrim Polres Mentawai, Iptu Irmo, kemarin.

Katanya, penangkapan sembilan warga Sioban tersebut berawal dari kegiatan patroli di wilayah Sipora sekaligus memantau kamtibmas. Di tengah perjalanan usai kembali dari Desa Bosua, Satreskrim menyaksikan sebuah warung yang menyediakan permainan biliar.

BACA JUGA:  Jembatan Nemnemleleu bakal Diperbaiki

“Dari pantauan yang dilakukan oleh tim di lapangan dari jarak jauh selama dua jam, terlihat para pemain biliar melakukan transaksi uang sebanyak 3 kali. Setelah itu, tim langsung melakukan penggerebekan dan interogasi di tempat kejadian,” ungkap AKBP Mu’at.

Dari hasil interogasi, katanya kesembilan warga itu mengakui telah menggunakan uang sebagai taruhan dalam permainan biliar tersebut. Untuk proses hukum lebih lanjut, mereka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Kepulauan Mentawai. Merekapun ditetapkan sebagai tersangka.

Barang bukti yang diamankan petugasnya berupa 2 unit meja biliar, 2 set bola biliar, 2 buah rack atau triangle, 2 set kartu remi masing-masing warna merah dan biru, 2 buah kapur stik, 8 buah stik biliar, 1 buah wadah plastik merek vioka warna ungu tempat letak koin biliar, 1 buah wadah aluminium tempat wadah koin biliar, 21 keping koin biliar merek Maestro, 78 keping koin biliar merek Murey, dan uang kertas sejumlah Rp 2,3 juta.

BACA JUGA:  Transparan, Tercepat Laporkan Kekayaan

Kesembilan pria yang ditetapkan sebagai tersangka judi biliar di Mentawai tersebut, terancam dijerat Pasal 303 junto 303 BIS Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 10 tahun penjara.

Informasi yang dikumpulkan Datiak.com, perangkat desa dan honorer yang diamankan di TKP yaitu seorang kepala dusun, seorang honorer dan Satpam kantor desa, seorang anggota SatpolPP, satu orang guru honorer, dan seorang honorer Disdukcapil Mentawai. Sedangkan tiga orang lainnya yang menjadi tersangka perjudian itu bekerja sebagai petani. (da.)

Koreksi: Terdapat kesalahan data TSK. Sebelumnya tertulis dua orang anggota SatpolPP. Yang benar, hanya seorang anggota Satpol PP. Sedangkan satu orang lagi, guru honorer di salah satu SMA di Pulau Sipora. 

  • Bagikan