Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Lulusan Keperawatan Kerja di Jerman, Digaji Rp 47 Juta/Bulan

  • Bagikan
Lulusan keperawatan Indonesia kerja di Jerman
  • Full Time
  • Padang

Website Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Padang | Datiak.com – Lulusan keperawatan di Indonesia memiliki kesempatan emas untuk berkarir di Eropa. Tepatnya di Jerman. Gaji yang ditawarkan pun menggiurnya. Yakni mencapai Rp 47 juta per bulannya. Informasi ini Datiak.com kutip dari keterangan Kepala UPT BP2MI Padang, Bayu Aryadhi.

Dalam keterangan itu dijelaskan bahwa tahun ini Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melaksanakan kerja sama dengan Bundesagentur fur Arbeit (BA) Jerman, tentang Penempatan dan Perlindungan Penempatan Tenaga Kesehatan Indonesia di Jerman pada tanggal 16 dan 26 Juli 2021.

Dari hasil kesepakatan tersebut, Indonesia mendapat Surat Permintaan Kebutuhan Tenaga Perawat Indonesia di Jerman melalui Skema Penempatan Pemerintah atau Government to Government (G to G) dari Direktur Hubungan Internasional Agensi Ketenagakerjaan Federal Jerman pada 2 September 2021.

Posisi yang dibutuhkan untuk Program G to G Jerman yaitu di Unit Perawatan Intensif, perawatan  geriatri/panti asuhan/perawatan lansia, bangsal umum, bangsal medis dan bedah, ruang operasi, neurologi, ortopodedi dan bidang terkait Psikiatri, bangsal anak dan neonatal.

Jumlah permintaan kebutuhan lulusan keperawatan Indonesia di Jerman melalui Skema Penempatan Pemerintah (G to G) adalah sebanyak 100-150 orang. Untuk bisa mengikuti program G to G Jerman, kandidat tidak diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jerman. Sebab, nantinya jika kandidat lulus proses matching, akan mengikuti pelatihan bahasa Jerman selama sekitar 8 bulan di Indonesia.

Waktu pendaftaran bagi lulusan keperawatan Indonesia untuk mengikuti program G to G Jerman tahun Penempatan 2022, yaitu mulai 1 Oktober sampai 26 Oktober 2021.

Persyaratan Mengikuti Program G to G Jerman

  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Usia minimal 18 tahun;
  3. Lulusan keperawatan dari Lembaga Pendidikan Keperawatan yang terakreditasi;
  4. Gelar D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan;
  5. Memiliki Sertifikat Registrasi Perawat STR (Surat Tanda Registrasi) Perawat dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) yang masih berlaku per 1 Oktober 2021;
  6. Bersedia mengikuti pelatihan bahasa Jerman level B1 di Indonesia dan level B2 di Jerman.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  2. Kartu Keluarga (KK);
  3. Kartu Pencari Kerja (AK 1);
  4. Surat Ijin dari Orang Tua/Wali/Suami/Istri yang ditandatangani di atas materai Rp10.000, wajib diketahui Lurah atau Kepala Desa;
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
  6. Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit/Puskemas Pemerintah yang berlaku terhitung mulai 1 Oktober 2021;
  7. Surat Keterangan Status Perkawinan (bagi yang telah menikah melampirkan buku Nikah);
  8. Ijazah dan Transkrip Nilai;
  9. Daftar Riwayat Hidup (CV) yang ditulis dalam Bahasa Inggris;
  10. Surat Motivasi (ditulis dalam Bahasa Inggris);
  11. Kartu peserta BPJS Kesehatan
  12. Pas foto;
  13. Kartu vaksin I dan vaksin II (jika ada).

Dokumen Wajib Lainnya

  1. Surat Pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus Ujian Bahasa Level B1 yang ditandatangani diatas materai Rp10.000, diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh orang tua/wali/suami/istri.
  2. Surat pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi, apabila dalam proses penempatan ditemukan kasus yang diakibatkan oleh calon PMI. Sehingga, calon PMI dikeluarkan dari tempat pelatihan. Surat ditandatangani di atas materai Rp10.000, diketik manual atau komputer dan wajib diketahui orang tua/wali/suami/istri.
  3. Surat pernyataan bersedia mengikuti Pelatihan Bahasa Jerman yang ditandatangani di atas materai Rp10.000, diketik manual atau komputer.

Untuk format ketiga surat pernyataan tersebut dapat didownload pada pengumuman di website bp2mi.go.id.

Bagaimana cara mendaftar lulusan keperawatan yang berminat ikut program G to G?

Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui website BP2MI http://siskop2mi.bp2mi.go.id/, diawali dengan membuat akun di SISKOTKLN/SISKOP2MI, dengan mengisi data diri seperti nama, NIK, nomor handphone, email aktif, nama ibu, dan scan/foto E-KTP.

Setelah menginput data diri, pelamar akan menerima email aktivasi dari SISKOTKLN/SISKOP2MI untuk aktivasi. Apabila pelamar tidak melakukan aktivasi akun, maka akun SISKOTKLN/SISKOP2MI tidak dapat dipergunakan.

Pelamar dapat login melalui http://siskop2mi.bp2mi.go.id/ untuk memilih lowongan kerja Skema Penempatan Pemerintah (G to G) Jerman, dan mengunggah (upload) dokumen-dokumen yang  dipersyaratan.

Jika lulus administrasi, lulusan keperawatan yang ikut program ini wajib melakukan verifikasi dokumen di kantor UPT BP2MI yang dipilih pada saat pendaftaran dengan membawa dokumen asli yang telah diupload. Bagi warga Sumatera Barat, dapat memilih UPT BP2MI Padang sebagai tempat pelaksanaan verifikasi dokumen.

Pengumuman pelaksanaan verifikasi dokumen lulusan keperawatan yang mengikuti program G to G Jerman ini, akan disampaikan melalui website bp-2mi.go.id pada 27 Oktober 2021.

Berapa gaji yang bisa diperoleh jika lulus Program G to G Jerman?

Gaji bulanan lulusan keperawatan yang bekerja sebagai asisten perawat yaitu sebesar € 2.300 atau setara Rp38.865.566,31 (kotor/nilai kurs 1 Euro x Rp16.898,07). Kemudian setelah perawat lulus uji penyetaraan, gaji yang diperoleh adalah sebesar € 2.800 atau Rp 47.314.602,47 (kotor/nilai kurs 1 Euro x Rp16.898,07).

Biaya apa yang ditanggung oleh kandidat?

Dalam proses penempatan pekerja migran ke Jerman melalui program G to G Jerman, ada komponen biaya yang harus dibayarkan. Namun, tidak semua biaya tersebut dibebankan kepada kandidat. Ada yang ditanggung pemerintah Indonesia, ada juga yang ditanggung oleh pemerintah Jerman.

Biaya yang ditanggung oleh kandidat meliputi biaya tes psikologi, biaya pembuatan paspor, BPJS  Ketenagakerjaan, dan biaya transportasi lokal ke bandara. Di samping itu, kandidat juga menanggung sendiri biaya hidup selama menjalani pelatihan di kota yang telah ditentukan.Yakni di Bandung, Jawa Barat.

Artinya, pemerintah tidak menyediakan tempat tinggal selama pelatihan berlangsung. Jika kandidat lulus hingga tahap akhir dan berangkat ke Jerman, tempat tinggal dan biaya hidup di Jerman juga ditanggung oleh kandidat (lulusan keperawatan) yang mengikuti program G to G.

Untuk tempat tinggal, pemberi kerja akan membantu dalam menemukan akomodasi/tempat tinggal yang sesuai di Jerman. Sedangkan biaya pemeriksaan kesehatan, PCR, pengurusan visa dan tiket penerbangan, nantinya akan ditanggung oleh pemerintah Jerman.

Adanya program G to G Jerman ini, menjadi peluang baru bagi lulusan keperawatan yang ingin bekerja ke benua Eropa, yakni negara Jerman, mengingat sebelumnya Program G to G sektor kesehatan hanya ada untuk negara tujuan Jepang.

Ke depan, tentunya diharapkan akan ada negara-negara tujuan lain yang bisa menjalin kerja sama dengan BP2MI untuk menempatkan pekerja migran bukan hanya untuk sektor kesehatan, namun juga sektor lainnya. Jadi, lulusan keperawatan yang berminat, siapkan persyaratan yang  dibutuhkan, dan jangan lupa pendaftaran mulai tanggal 01 Oktober 2021.

Informasi lengkap terkait prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Program G to G Jerman, dapat diakses melalui website www.bp2mi.go.id atau dapat mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja setempat, atau datang langsung ke kantor UPT BP2MI Padang, Jalan Rasuna Said Nomor 91, Padang.

Informasi juga dapat diakses melalui media sosial kami yakni di Instagram: @bp2mi_padang serta Facebook: Bppmi-Wil Padang. (*)


Cari lowongan kerja di sini. Jangan lupa baca berita Sumbar terkini di Datiak.com.

To apply for this job email your details to kawasan3.pp.ertim@bp2mi.go.id

  • Bagikan