Jika Lalai Latihan, Bantuan untuk Atlet dan Pelatih Dihentikan

  • Bagikan
syaiful ketum koni sumbar
syaiful ketum koni sumbar

Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mewanti-wanti para atlet dan pelatih yang diproyeksikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, agar tidak lalai dan bertanggung jawab penuh terhadap tugasnya masing-masing. Jika tidak, induk organisasi olahraga tertinggi di Ranah Minang itu sudah menyiapkan sanksi tegas.

Bagi atlet yang tidak menjalani latihan mandiri ataupun terpusat, bakal dihentikan alokasi bantuan pengganti transportasinya. Demikian juga pelatih yang hanya akal-akalan saja dalam menjalani tugasnya sebagai pemandu olahragawan.

“Informasi dari tim teknis, sejauh ini mereka (atlet dan pelatih, red) masih dapat menjalani kewajibannya dengan baik. Tapi tetap, untuk ke depannya kita akan terus melakukan evaluasi persoalan ini,” ujar Ketum KONI Sumbar, Syaiful kepada awak media usai rapat evaluasi program latihan TC berjalan, Kamis (11/6).

Rapat evaluasi itu dilakukan pihaknya guna perbaikan TC yang sudah dilaksanakan atlet selama dua bulan, yakni pada Februari dan Maret 2020. Hanya saja, karena pandemic covid-19, para atlet menjalani TC berjalan di rumah masing-masing. Memang ada beberapa di tempat pelatihan.

Latiah tersebut terus diawasi oleh KONI Sumbar. Selain itu, saat ini juga sudah mulai memasuki new normal, akan dilakukan lagi evaluasi untuk mencarikan formulasi yang tepat dalam pelaksanaan program latihan. Untuk itu, ia meminta atlet Sumbar yang lolos PON untuk tetap menjaga imun dan kebugaran, termasuk atlet perorangan.

Syaiful turut menjelaskan, pelaksanaan program latihan para atlet dilakukan di bawah koordinator Rina Ambar Dewanti, selaku konsultan olahraga yang ditunjuk KONI Sumbar untuk melakukan pembenahan mental atlet.

Berharap APBD 2021

Menyangkut anggaran, katanya memang terjadi perubahan karena adanya pandemi covid-19. Salah satunya anggaran Rp 16 miliar yang dialokasikan untuk keberangkatan hingga kembali para atlet dari PON, dikembalikan lagi ke kas daerah. Hal itu lantaran jadwal PON di Papua diundur.

Sedangkan sisanya, imbuh Syaiful, dibayarkan setiap bulan untuk penganti transpotasi atlet dan pelatih. Jadi, para atlet bisa menjalankan kewajibannya masing-masing, sesuai program yang telah disusun KONI Sumbar.

Syaiful tak dapat memastikan apakah anggaran KONI Sumbar bisa ditambah pada APBD Perubahan 2020 ini. Keraguan itu karena pihaknya melihat banyak sektor yang terdampak dan butuh pemulihan akibat dari wabah corona.

Kendati begitu, pihaknya berharap uang penganti transportasi atlet bisa dialokasikan kembali di APBD Sumbar 2021. Sehingga, para atlet dan pelatih memiliki tanggung jawab moral yang tinggi dalam menjalani tugasnya masing-masing nantinya.

“Harapan kami tentunya tahun depan ada kesiapan anggaran, karena atlet mulai mempersiapkan diri untuk PON Papua, seperti menjalani latihan, uji coba, ataupun TC bersama. Jadi, ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan