Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Jembatan Nasional di Dusun Sagitci Butuh Pembangunan

  • Bagikan
Kondisi jembatan nasional di Dusun Sagitci, Desa Nemnemleleu, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Foto: Sabarial/Datiak.com

Mentawai | Datiak.com – Jembatan nasional di Dusun Sagitci, Desa Nemnemleleu, Kecamatan Sipora Selatan, sudah sangat memprihatinkan. Susunan potongan kayu yang digunakan untuk lantainya, bisa saja membahayakan warga yang melintas di sana.

Padahal, jembatan nasional di Dusun Sagitci itu, akses vital bagi masyarakat. Sebab, itulah tempat penyeberangan satu-satunya bagi warga dari desa-desa di ujung Kecamatan Sipora Selatan. Misalnya warga dari Desa Bosua dan Beriulou.

Camat Sipora Selatan Jasril Saogo yang dikonfirmasi Datiak.com, mengakui bahwa kondisi jembatan di Dusun Sagitci itu sudah seharusnya diperbaiki. Mengingat, jembatan itu satu-satunya yang diharapkan oleh warga untuk penghubung antardesa di sana.

“Kalau seperti sekarang kondisinya tentu tidak layak. Bahkan bisa membahayakan orang yang melintas atau menyeberang di sana,” ujar Jasril.

BACA JUGA:  PPKM di Padang Lanjut, Pelaku Usaha Dilonggarkan 30 Menit

Katanya, perbaikan jembatan itu bakal diakomodir oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sumatera Barat. Sebab, jembatan tersebut memang berada di jalan nasionalnya Mentawai.

“Kabar terakhir yang kita terima, jembatan ini rencananya diperbaiki sementara usai lebaran tahun ini. Sehingga, tidak saja kendaraan roda dua, tetapi roda empat juga bisa melintas di sana,” ungkap Jasril.

Ia juga menjelaskan, jembatan nasional di Dusun Sagitci itu rencananya dibangun secara permanen tahun 2022. Kepastian itu diperolehnya setelah berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sumatera Barat.

“Kita akan terus mengawal ini sampai akhirnya direalisasikan di tahun depan. Sehingga, jemabatan di Dusun Sagitci dapat difungsikan secara maksimal sebagai penghubung antardesa,” katanya.

BACA JUGA:  Oknum Petugas Rutan Painan Diduga Lakukan Penipuan

Sebab jika tidak, imbuh Jasril, jembatan dengan panjang 40 meter tersebut, tentunya tidak bisa bertahan lama dari hasil perbaikan sementara. Sehingga, kondisinya kembali parah dan menghambat lagi akses warga.

“Jika jembatan nasional di Dusun Sagitci ini putus total, tidak saja akses warga tetapi perekonomian warga juga terganggu,” hematnya.

Sebab, lanjut Jasril, desa-desa di unjung Sipora Selatan itu tidak bisa pergi ke pusat kecamatan, yaitu Desa Sioban. Sebab, dominan warga termasuk pedagang di kecamatan tersebut, memenuhi kebutuhannya di Desa Sioban. (da.)

  • Bagikan