Jembatan Kayugadang jadi Destinasi Baru Padangpariaman

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, didampingi Kalaksa BPBD Budi Mulya ketika melihat jembatan Kayugadang saat masih dalam pelaksanaan pembangunan. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Jembatan Kayugadang yang terletak di Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman rampung dikerjakan. Jembatan hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, memberikan pesona baru di Padangpariaman. Sebab bangunan jembatan desain sangat indah.

“Alhamdulillah, jembatan yang dinanti-nantikan masyarakat kita di sini, telah rampung dikerjakan. Bahkan jembatannya sangat indah dengan hiasan marawah dan lampu,” ujar Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, saat meninjau jembatan Kayugadang, kemarin.

Sehingga, imbuh Ali Mukhni, banyak warga mengunjungi jembatan tersebut sore dan malam hari. Sebab, suasana sekitar jembatan sangat asri. “Dulu jembatan ini sangat sepi. Mungkin karena bangunannya yang sudah sangat tua. Sekarang, kita buat dengan tampilan indah, sehingga jadi objek wisata baru di sini,” kata Ali Mukhni.

Jembatan Kayugadang jadi Destinasi Baru Padangpariaman 1

Menurutnya, kawasan jembatan sangat potensial untuk dibangun usaha kuliner seperti rumah atau pondok makan. “Bayangkan saja jika di samping aliran sungai ini ada pondok atau tempat makan seperti di Tiram, pasti banyak yang datang makan ke sini. Sebab suasana di sini sangat sejuk,” hematnya.

BACA JUGA:  OPD Harus Fokus Program Prioritas Agar APBD 2021 Tak Defisit

Ali Mukhni yakin, apa yang dipikirkannya itu akan dilakukan masyarakat sekitar ke depannya. Pasalnya, Jembatan Kayugadang pasti akan ramai dilalui, karena lokasinya dekat dengan Stadion Utama Sumatera Barat. “Kita sangat berterima kasih kepada BNPB yang telah memberikan bantuan atau hibah untuk membangun jembatan ini pasca dilanda bencana 14 Agustus 2017,” pungkas Ali Mukhni.

Kedepankan Kearifan Lokal

Menambahkan, Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman, Budi Mulya, mengatakan bahwa panjang jembatan Kayugadang yaitu 101,8 meter dengan lebar keseluruhan 7 meter. Jembatan itu dibangun menggunakan hibah BNPB dengan nilai sekitar Rp 25,4 miliar. “Pembangunan jembatan ini dimulai pada 20 April 2020,” ujar Budi yang didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Padangpariaman, Yendri.

BACA JUGA:  Nelayan 60 Tahun 17 Jam Hilang Kontak di Laut Mentawai

Budi menjelaskan bahwa jembatan Kayugadang dibangun dengan motto Built Back Better and Safer. Makanya, kontruksi bangunannya dibuat lebih besar dan kokoh, serta tampilannya yang indah. “Jembatan ini dilengkapi aksesoris lampu penerangan sebanyak 22 unit, dengan mengadopsi lambang kearifan lokal berupa marawa,” ujar Budi.

Jembatan Kayugadang jadi Destinasi Baru Padangpariaman 2

Pihaknya mengemukakan desain tersebut, lantaran menyadari jembatan Kayugadang bakal bermanfaat besar bagi masyarakat. Sebab jembatan itu menjadi penghubungi terdekat masyarakat menuju Stadion Utama dan sejumlah objek wisata unggulan di Lubuk Alung.

“Jadi kita tidak hanya membangun, tetapi menjadikan jembatan ini gerbang yang menarik bagi wisatan. Makanya, kita turut ke depankan kearifan lokal dengan memasang marawa, yang merupakan khas Minangkabau,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Target Nilai SAKIP Naik Setingkat
Tanggapan Deputi

Sebelumnya, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai turut meluangkan waktunya meninjau pengerjaan jembatan Kayugadang tersebut, Selasa (17/11). Ia mengapresiasi BPBD Padangpariaman, karena mampu merealisasikan hibah BNPB dengan sangat baik.

“Saya lihat pengerjaan berjalan baik. Tidak ada juga permasalahan yang menghambat pengerjaan di lapangan,” ujar Rifai kepada media usai meninjau Jembatan Kayugadang saat itu.

Jembatan Kayugadang jadi Destinasi Baru Padangpariaman 3

Menurut Rifai, keberhasilan pembangunan Jembatan Kayugadang menjadi tolak ukur BNPB menyalurkan hibah selanjutnya ke Padangpariaman. Contohnya usulan Pemkab Padangpariaman terkait jembatan Lubuk Napa di Padangsago, yang juga membutuhkan perbaikan cepat.

“Jembatan ini menjadi jembatan terpanjang dari seluruh jembatan yang dibangun Pemkab Padangpariaman. Itu pengakuan pihak PUPR Padangpariaman langsung ya. Makanya kita sangat apresiasi pembangunannya bisa dilaksanakan dengan sangat baik,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan