Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Jalan di Jorong Buluahkasok Akhirnya Terban 40 Meter

  • Bagikan
Kondisi jalan di Jorong Buluahkasok
Kondisi jalan di Jorong Buluahkasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, akhirnya terban, Rabu malam (8/9/2021). (Foto: Istimewa)

Limapuluh Kota | Datiak.com – Jalan di Jorong Buluahkasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, akhirnya terban, Rabu malam (8/9/2021). Sekarang, hanya tersisa sekitar dua meter badan jalan yang bisa dilewati. Kondisi itupun membuat kendaraan roda empat dipastikan tidak aman melewatinya. Hal itu disampaikan oleh Kepala Jorong Buluahkasok, Edison.

Edison mengungkapkan bahwa terbannya jalan itu sudah lama dikhawatirkan warga di sana. Sebab, tanda-tanda akan terjadinya terban sudah terlihat sebelumnya. Bahkan, sebelumnya warga sudah melaporkannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota, dengan menyurati Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hanya saja tidak ditanggapi.

“Awalnya kami sudah melihat potensi akan terjadinya bencana, sehingga diupayakan untuk memberitahukan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui BPBD. Hanya saja setelah menyurati hingga tiga kali, tidak ada tanggapan untuk langkah antisipatif. Sehingga, jalan benar-benar terban, seperti saat ini,” ungkap Edison, kemarin (9/9/2021).

Sampai sekarang, lanjutnya, belum ada tindakan tanggap darurat terkait terbannya jalan tersebut. Sehingga, untuk sementara, jalan di Jorong Buluahkasok itupun dialihkan ke tanah warga yang berada di sisi jalan. Alhasil, kendaraan pun sudah bisa keluar dan masuk ke Jorong Buluahkasok yang berbatasan dengan Provinsi Riau tersebut.

BACA JUGA:  Pendaftaran di Website PPDB Online di Sumbar masih Sulit

“Tindakan tanggap daruratnya baru sebatas pengalihan jalan ke bagian sisi jalan melewati tanah warga. Sehingga kendaraan sudah bisa melewatinya. Pengalihan ini tentunya hanya untuk kondisi darurat atau sementara waktu saja,” ucap Edison.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir, membenarkan kejadian terbannya jalan di Jorong Buluahkasok tersebut. Laporan yang diterimanya, jalan yang terban sekitar 49 meter. Sehingga, masyarakat tidak bisa melewati badan jalan menggunakan kendaraan roda empat. Sebab sangat berisiko dengan sisi badan jalan yang tersisa hanya sekitar dua meter.

“Besok (hari ini, red) rencananya kita bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melakukan rapat koordinasi untuk menyimpulkan langkah tanggap darurat yang akan dilakukan terkait terbannya jalan tersebut,” ucap Joni Amir, kemarin.

Menyangkut pernyataan yang disampaikan Kepala Jorong Buluahkasok, yang menyebutkan sebelumnya sudah ada tanda-tanda akan terjadi terban pada jalan, bahkan sudah disurati Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga tiga kali namun tidak  ditanggapi, Joni Amir menjelaskan bahwa dirinya belum mengetahui adanya surat tersebut. “Nanti coba kita lihat lagi, apakah benar ada suratnya atau tidak. Kita belum mengetahuinya,” ungkap Joni Amir.

BACA JUGA:  Kapal Antarpulau di Mentawai Beroperasi Minggu Depan

Kendati demikian, menurut Joni Amir surat soal keretakan yang terjadi dan potensi akan terjadinya terban badan jalan di Jorong Buluahkasok, lebih tepat ditujukan ke Dinas PUPR. Jadi, mungkin saja jika surat tersebut tidak dianggap kewenangan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga tidak menjadi perhatian.

Sudah Tinjau Jalan di Jorong Buluahkasok

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Limapuluh Kota, Yunire Yunirman mengatakan, juga tidak mendapat surat terusan dari BPBD terkait laporan adanya potensi jalan terban. “Namun nanti saya akan coba periksa lagi,” ucap Yunire Yunirman.

Kembali pada bencana jalan terban yang terjadi, Kepala Dinas PUPR bersama Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, sudah meninjau langsung lokasi terjadinya terban jalan di Jorong Buluahkasok. Beberapa rencana aksi tanggap darurat sudah disimpulkan Kepala Dinas PUPR, Yunire Yunirman.

BACA JUGA:  Ilham Maulana tak Penuhi Panggilan Ketiga Polisi

“Melihat kondisi ke lapangan, sesuai arahan bupati, kita harus segera melakukan langkah antisipasi agar akses jalan masyarakat segera diperbaiki. Soal teknis kita melihat, perlu adanya pengalihan jalan sementara, kemudian melakukan penimbunan jalan yang terban dan melakukan perkerasan. Selanjutnya, memastikan agar tebing sungai bisa menahan badan jalan agar tidak terban lagi,” jelas Yunire Yunirman.

Hanya saja, menurut Kepala Dinas PUPR tersebut, rapat koordinasi yang akan dilakukan, pagi ini (10/9/2021), akan membahas dari sisi ketersediaan anggaran yang akan dialokasikan untuk perbaikan jalan terban tersebut. “Soal teknis, kita sudah miliki rencana yang akan dilakukan untuk perbaikan jalan,  besok (hari ini, Red) akan dibahas terkait ketersedian anggaran,” pungkas Yunire. (da.)


Temukan berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan