Jadikan Titi dan Sikerei Warisan Dunia

  • Bagikan
Pemkab Mentawai bersama pemerintah provinsi dan pusat bakal mengupayakan Titi dan Sikerei Mentawai menjadi warisan dunia. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Titi (tato asli masyarakat Mentawai) dan Sikerei (tokoh spritual pengobatan adat) bakal diusulkan sebagai warisan dunia. Untuk itu dilakukan Pemkab Kepulauan Mentawai bersama pemerintah provinsi dan pusat, guna menjaga nilai-nilai lokal di daerah kepulauan.

Seperti diketahui, masyarakat di Mentawai masih sangat menjaga keutuhan peninggalan leluhurnya. Mulai dari kuliner tradisional, seni, adat, dan budayanya. Tak heran, apabila daerah berjulukan “Bumi Sikerei” mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Titi ditetapkan oleh pemerintah sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional sejak tahun 2016 lalu. Sedangkan Sikerei diusulkan pihaknya di tahun 2019. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Laurensius Saruruk.

BACA JUGA:  Bupati Mentawai Divaksinasi, Ini Katanya

“Tahun kemarin kita juga mengusulkan delapan warisan budaya Mentawai untuk dijadikan warisan budaya nasional,” kata Laurensius, kemarin.

Kata Laurensius, penetapan Titi dan Sikerei sebagai WBTB Nasional melewati sejumlah tahapan. Mulai dari penyerahan kelengkapan berkas di tingkat provinsi dan pusat, hingga penetapan dalam sidang WBTB di Dirjen Kebudayaan.

“Ada tahapan prosesnya (untuk masuk warisan budaya nasional, Red). Biasanya setiap bulan Oktober ada sidang umum penetapan warisan budaya nasional di Jakarta,” ujar Laurensius.

Setelah Titi dan Sikerei diakui sebagai WBTB Nasional, kini pihaknya berupaya mengusulkan delapan warisan lain yang ada si sana. Warisan itu berupa penganan dan alat musik tradisional Mentawai. Harapannya, kedelapan warisan tersebut juga tercatat sebagai WBTB Nasional nantinya.

BACA JUGA:  PKC PMII Sumbar: Bank Harus Jalankan Instruksi Presiden

“Setiap tahun masing-masing daerah di tingkat kabupaten/kota boleh mengusulkan warisan budayanya melalui Dinas Kebudayaan Sumbar. Makanya kita selalu mengusulkan setiap tahun. Mudah-mudahan apa yang kita harapkan tercapai,” harapnya.

Kendati sudah berada di tingkat WBTB Nasional, sekarang pihaknya berupaya meningkatkan level Titi dan Sikerei. Yakni masuk ke dalam catatan warisan dunia atau terdaftar di UNESCO. Pihaknya sudah mengusulkan hal itu kepada pemerintah pusat.

“Sekarang kita sedang mempersiapkan kedua warisan ini untuk dijadikan WBTB tingkat dunia di UNESCO. Upaya ini sudah mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Sumbar,” ujar Laurensius.

Jika usulan itu sampai ke pihak UNESCO, nantinya UNESCO akan mengutus petugasnya untuk melakukan verifikasi faktual, guna memastikan kelayakan usulan tersebut. Setelah itu, barulah Titi dan Sikerei diproses untuk ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. (da.)

  • Bagikan