Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Inspektorat Padangpariaman Audit Empat Bidang Kerja

  • Bagikan
Inspektur Padangpariaman, Hendra Aswara menjelaskan kepada awak media bahwa Inspektorat Padangpariaman akan mengaudit empat bidang kerja di Pemkab Padangpariaman. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Inspektorat Padangpariaman bakal mengaudit empat bidang kerja selama Oktober 2020 ini. Yakni audit ketaatan, kinerja, perizinan dan non perizinan, serta Analisi Standar Biaya/Satuan Standar Harga (ASB/SSH). Audit yang akan berlangsung 15 hari tersebut, bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap perundangan-undangan yang berlaku dan tindak lanjut Monitoring Control for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita sudah bentuk empat tim audit, dan sedang dalam proses permintaan data kepada perangkat daerah yang ditunjuk,” kata Inspektur Padangpariaman, Hendra Aswara, usai rapat evaluasi kinerja di kantornya, Paritmalintang, Senin (12/10).

Katanya, kegiatan audit ketaatan dan audit kinerja dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pendampingan, pembinaan serta evaluasi. Diharapkan, melalui pemeriksaan ini, program yang sudah dan akan dilaksanakan pada OPD, bisa berjalan transparan dan akuntabel.

Sementara untuk audit perizinan, lanjutnya, baru pertama kali dilakukan atas mandatory dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaksanaan audit ini dimaksudkan untuk menguji sejauh mana kepatuhan pelayanan perizinan dan non perizinan di Padangpariaman.

“Tujuan audit perizinan agar bisa mengetahui persyaratan, lama proses dan transparansi informasi. Intinya, untuk mengetahui besaran retribusi dan traking sistem untuk mengetahui sampai di mana proses pelayanan perizinan,” ujar mantan Kadis Perizinan Padangpariaman tersebut.

Sedangkan review ASB/SSH, katanya salah satu kunci utama APBD Bone Bolango agar lebih efisien, lebih efektif, dan lebih fokus. Dokumen ASB/SSH yang sudah disiapkan terlebih dahulu oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah, selanjutnya diuji dengan peraturan yang berlaku saat ini.

Ia berharap seluruh OPD di Padangpariaman dapat bekerja sama dengan tim auditor, dengan menyerahkan data dan dokumen yang dibutuhkan. “Sesuai arahan bapak bupati, kita wujudkan good governance dan clean government di Pariamanpariaman ini,” pungkas mantan Kabag Humas Padangpariaman tersebut.

Ambil Waktu Lembur

Di sisi lain, Hendra Aswara juga meninjau proyek pembangunan gedung Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RUSD Padangpariaman. Pembangunan tersebut sudah dimulai sejak Juli lalu. Monitoring rutin dilakukan Inspektorat Padangpariaman, untuk memberikan pendampingan pekerjaan agar pembangunan bisa tepat waktu, tepat mutu dan tepat adminstrasi.

Hendra berharap proyek tersebut segera rampung sehingga dapat segera dinikmati masyarakat. “Operasi gedung PICU dan NICU ini sangat mendesak. Gedung ini dapat melayani lebih banyak warga yang tidak mampu. Kita tidak ingin ada warga yang tidak mampu tidak dilayani dengan baik, hanya karena kurangnya sarana dan prasarana,” ujar Hendra Aswara di RSUD Padangpariaman, di Paritmalintang, Senin (12/10).

Pembangunan gedung itu, katanya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 13 miliar. Bangunannya terdiri dari tiga lantai. Yakni untuk NICU, PICU dan ruang perawatan intensif untuk bayi (sampai usia 28 hari) dan anak-anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus.

Secara teknis pengerjaan, imbuhnya, tidak ada kendala. Namun, musim penghujan menjadi penghambat percepatan kerja, karena jam kerja jadi berkurang. Namun Untuk itu, Hendra menyarankan kontraktor proyek itu menambah pekerja dan lembur sampai malam.

“Sekarang musim hujan. Kalau sore sering hujan sehingga pekerjaan terhambat. Jadi kita minta kepada pelaksana untuk lembur tukangnya untuk percepatan pengecoran konstruksi hingga ke lantai tiga,” ujarnya.

Sedangkan Direktur RSUD Padangpariaman Lismawati mengatakan, dengan dibangunnya gedung tersebut bakal memudahkan memberikan layanan kesehatan bagi 450 ribu jiwa masyarakat Padangpariaman. Fasilitasnya dilengkapi ruangan nyaman dan representatif serta disediakan lift untuk pasien. (da.)

  • Bagikan